Budaya Piket Pagi di MTs Muhammadiyah Curup: Ciptakan Kelas Bersih, Bentuk Karakter Disiplin
Rejang
Lebong (Humas)
– Pemandangan berbeda tampak di setiap sudut ruang kelas MTs Muhammadiyah Curup
setiap pagi. Jauh sebelum bel pelajaran pertama berbunyi, para siswa yang
mendapat jadwal piket harian sudah sibuk bergotong-royong membersihkan ruang
belajar. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan budaya madrasah dalam
menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, sehat, dan kondusif. (9/4/2026)
Sejak pukul 07.00 WIB, para
siswa terlihat sigap membagi tugas. Ada yang menyapu lantai, mengelap meja dan
kursi, hingga membersihkan papan tulis agar siap digunakan. Tak hanya di dalam
kelas, area teras di depan ruang belajar juga turut dirapikan, mencerminkan
kepedulian siswa terhadap kebersihan lingkungan sekitar.
Kedisiplinan dalam
menjalankan piket pagi ini menjadi bagian dari penguatan karakter siswa,
khususnya dalam menanamkan nilai tanggung jawab dan kebersihan yang sejalan
dengan ajaran Islam.
“Kebersihan adalah sebagian
dari iman. Dengan datang lebih awal dan membersihkan kelas, kami merasa lebih
siap dan nyaman saat guru masuk untuk mulai mengajar,” ujar salah satu siswa
kelas VIII yang tengah menjalankan tugasnya.
Guru piket bersama wali kelas
turut memantau jalannya kegiatan setiap pagi. Piket sebelum jam pelajaran
dimulai dinilai sebagai cara efektif untuk melatih kemandirian serta membangun
kebiasaan positif sejak dini.
Pihak madrasah menilai bahwa
kebersihan kelas memiliki pengaruh besar terhadap konsentrasi belajar siswa.
Melalui rutinitas ini, siswa tidak hanya memperoleh lingkungan yang sehat,
tetapi juga belajar tentang pentingnya kerja sama tim, kesiapan mental, dan
rasa tanggung jawab bersama.
Kepala MTs Muhammadiyah
Curup, Azzohardi, menyampaikan apresiasi
atas konsistensi para siswa dalam menjaga kebersihan kelas. Menurutnya,
kebiasaan sederhana seperti piket pagi memiliki dampak besar dalam membentuk
etos kerja dan karakter siswa di masa depan.
“Kami ingin madrasah ini
tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu secara intelektual, tetapi juga tempat
menanamkan kebiasaan hidup bersih. Jika kelasnya rapi dan nyaman, proses
pembelajaran akan berjalan lebih maksimal,” ungkapnya.
Melalui budaya piket pagi
ini, MTs Muhammadiyah Curup berhasil menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif
dan “budaya malu” jika lingkungan kelas dalam keadaan kotor. Sebelum bel masuk
pukul 07.30 WIB berbunyi, seluruh ruang kelas telah tertata rapi, sehingga
kegiatan belajar mengajar dapat dimulai tanpa hambatan.
Hastag : #MTsmuhammadiyahcurup
From : MTs Muhammadiyah



