Kepala KUA Curup Tengah Sampaikan Makna Walimatul ‘Ursy Dalam Islam : Bukan Sekadar Pesta Pernikahan
Rejang Lebong (Humas) – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Curup Tengah menyampaikan pentingnya memahami makna walimatul ‘ursy dalam Islam sebagai bagian dari syiar agama, bukan sekadar acara seremonial atau pesta pernikahan semata.
Hal tersebut disampaikan dalam acara Walimatul ‘Ursy yang berlangsung di Kelurahan Karang Anyar, Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong, Rabu (08/04). Kegiatan ini dihadiri oleh calon pengantin, keluarga, serta masyarakat umum yang antusias mengikuti penjelasan yang diberikan.
Dalam pemaparannya, Kepala KUA Curup Tengah, H. Bulkis, S.Th.I, MHI, menjelaskan bahwa walimatul ‘ursy merupakan bentuk ungkapan rasa syukur atas terlaksananya akad nikah, sekaligus sarana untuk mengumumkan pernikahan kepada khalayak. Dengan demikian, pernikahan yang dilaksanakan menjadi jelas dan terhindar dari prasangka di tengah masyarakat.
“Walimatul ‘ursy bukan hanya tentang kemeriahan atau jamuan, tetapi lebih kepada nilai ibadah dan syiar Islam. Di dalamnya terdapat pesan kebersamaan, berbagi, serta mempererat silaturahmi,” ujarnya.
Ia juga menekankan agar pelaksanaan walimah dilakukan secara sederhana dan tidak berlebihan, sesuai dengan ajaran Islam yang mengedepankan kesederhanaan dan keberkahan. Masyarakat diimbau untuk tidak menjadikan walimah sebagai ajang pamer atau beban ekonomi yang memberatkan pihak keluarga.
Selain itu, Kepala KUA Curup Tengah mengajak masyarakat untuk menjadikan momen walimatul ‘ursy sebagai sarana memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan berumah tangga, seperti saling menghormati, menjaga komitmen, serta membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat memahami esensi dari walimatul ‘ursy secara lebih mendalam, sehingga pelaksanaannya tidak hanya meriah secara lahiriah, tetapi juga penuh makna dan keberkahan.
(Ebit Iswandi/Edwinsya)Hastag : #KUACurupTengah#BerkhidmatdanBersinergiUntukUmmat#
From : KUA Curup Tengah



