Tausiah Takziah, Kepala KUA Curup Tengah Sampaikan Hikmah di Balik Musibah dan Keutamaan Bersabar
Rejang Lebong (Humas) — Suasana haru menyelimuti rumah duka salah satu warga di Desa Duku Ilir, Kecamatan Curup Timur, Jum’at (15/05), saat masyarakat dan tokoh agama hadir memberikan do’a serta dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Curup Tengah, H. Bulkis, S.Th.I, MHI, menyampaikan tausiah takziah yang sarat makna tentang hikmah di balik musibah dan pentingnya kesabaran dalam menghadapi ujian kehidupan.
Dalam tausiahnya, Kepala KUA Curup Tengah, H. Bulkis, mengajak keluarga yang berduka untuk menerima musibah dengan penuh keikhlasan dan tawakal kepada Allah SWT. Menurutnya, setiap manusia pasti akan menghadapi ujian, baik berupa kehilangan, kesedihan, maupun cobaan lainnya sebagai bagian dari ketetapan Allah.
“Musibah bukan semata-mata bentuk kesedihan, tetapi juga menjadi pengingat bagi manusia agar semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di balik setiap ujian terdapat hikmah yang kadang belum mampu kita pahami saat ini,” ujarnya di hadapan jamaah takziah.
Ia juga menegaskan bahwa kesabaran merupakan salah satu amalan mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Orang yang mampu bersabar ketika tertimpa musibah akan memperoleh pahala besar serta kemuliaan di sisi Allah SWT.
Dalam suasana penuh khidmat tersebut, jamaah yang hadir turut mendoakan almarhum/almarhumah agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan.
Selain menyampaikan tausiah, kegiatan takziah juga menjadi momentum mempererat ukhuwah dan kepedulian sosial antarwarga. Kehadiran masyarakat dinilai mampu memberikan dukungan moril bagi keluarga yang sedang berduka sehingga mereka tidak merasa sendiri dalam menghadapi cobaan.
Menutup tausiahnya, H. Bulkis, mengingatkan pentingnya mempersiapkan diri dengan amal saleh selama hidup di dunia. Ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan peristiwa kematian sebagai pelajaran agar senantiasa meningkatkan ibadah, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan memperbanyak amal kebaikan.
“Kematian adalah nasihat terbaik bagi manusia. Semoga kita semua dapat mengambil pelajaran dan menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkasnya.
(Ebit Iswandi/Edwinsya)Hastag : #KUACurupTengah#BerkhidmatdanBersinergiUntukUmmat#
From : KUA Curup Tengah



