Sinergi KUA dan Penyuluh KB: Gandeng Catin, Gaungkan Formula "Dua Anak Cukup" Demi Generasi Emas
Rejang Lebong (HUMAS) – Membangun rumah tangga yang kokoh tidak cukup hanya bermodalkan cinta, melainkan butuh perencanaan yang matang sejak sebelum melangkah ke pelaminan. Menyadari hal tersebut, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Curup berkolaborasi dengan Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Rejang Lebong menggelar aksi edukasi intensif bagi para Calon Pengantin (Catin), Rabu (08/07).
Pertemuan kolaboratif ini dikomandoi langsung oleh Penyuluh Agama Islam KUA Curup, Ibu Oli Sholihat, S.Ag, bersama Penyuluh KB Kabupaten Rejang Lebong, Ibu Septi Linda. Keduanya bersinergi mengupas tuntas pentingnya manajemen keluarga melalui kampanye program "Dua Anak Cukup" dengan pengaturan jarak kelahiran yang ideal.
Dalam sesi pembekalan, Ibu Oli Sholihat meluruskan sudut pandang masyarakat dari sisi religius. Merencanakan jumlah anak dan jarak kelahiran bukanlah bentuk penolakan terhadap rezeki, melainkan sebuah ikhtiar mulia untuk menghadirkan kemaslahatan di dalam rumah tangga.
"Dalam perspektif agama, orang tua memikul tanggung jawab besar untuk membesarkan, mendidik, dan memenuhi hak-hak anak secara makmur. Merencanakan keluarga adalah bagian dari ibadah untuk memastikan kita tidak meninggalkan generasi yang lemah, melainkan generasi yang kuat secara fisik, mental, spiritual, dan finansial," jelas Oli Sholihat.
Setali tiga uang, Ibu Septi Linda selaku Penyuluh KB memaparkan program "Dua Anak Cukup" dari kacamata kesehatan dan kesejahteraan sosial. Menurutnya, membatasi jumlah anak secara bijak akan mempermudah orang tua dalam memantau tumbuh kembang (TUMBANG) anak secara berkala, terutama dalam pemenuhan gizi untuk mencegah risiko stunting.
"Pengaturan jarak kelahiran yang ideal memberikan ruang bagi tubuh ibu untuk pulih pasca-melahirkan. Selain itu, orang tua akan jauh lebih fokus dalam memberikan kasih sayang, pendidikan yang layak, serta gizi yang optimal tanpa harus terbebani tekanan finansial yang berat," ungkap Septi Linda.
Melalui integrasi apik antara pemahaman agama dan ilmu kesehatan keluarga ini, diharapkan para catin di Kecamatan Curup memiliki kesadaran baru tentang pentingnya perencanaan jangka panjang. Sinergi KUA dan Penyuluh KB ini menjadi bukti nyata bahwa kesiapan membangun bangsa yang unggul dan berdaya saing tinggi harus dimulai dari satu keputusan bijak di dalam kamar pengantin: merencanakan keluarga yang berkualitas demi masa depan anak yang lebih cerah.
(Lidya /Gagah)Hastag : #Kuahebat #Kuakeren #KUACurup
From : KUA Curup

.jpg)

