Penyuluh Agama KUA Binduriang Ikuti Pelatihan Konten Kreatif Materi Penyuluhan
Rejang Lebong (HUMAS)---- Dalam upaya meningkatkan kemampuan penyuluh agama dalam menyampaikan materi dakwah secara lebih menarik dan adaptif di era digital, dua penyuluh dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Binduriang mengikuti Pelatihan Pembuatan Konten Kreatif untuk Materi Penyuluhan yang diselenggarakan di Pondok Lesehan Rakiti, Curup, Selasa (27/5).
Dua peserta dari Binduriang yang mengikuti kegiatan ini adalah Diana Erlina, S.Sos dan Romadon, S.Pd, yang masing-masing aktif sebagai Penyuluh Agama Islam Unit Kerja KUA Kec. Bindurang Pelatihan ini dihadiri oleh para penyuluh dari berbagai kecamatan di Kabupaten Rejang Lebong dan dipandu oleh narasumber yang berkompeten di bidang komunikasi digital dan dakwah kreatif.
Kegiatan ini bertujuan membekali para penyuluh agama dengan keterampilan dasar dalam membuat konten digital, seperti video dakwah pendek, infografis keagamaan, materi edukatif interaktif, dan teknik penyampaian pesan keagamaan melalui media sosial.
Dalam sesi pelatihan, para peserta dikenalkan pada berbagai platform digital serta aplikasi editing sederhana yang dapat dimanfaatkan untuk membuat konten dakwah yang menarik dan mudah diakses masyarakat luas.
"Saat ini, tantangan dakwah tidak hanya terletak pada isi materi, tapi juga pada cara penyampaian yang sesuai dengan zaman. Melalui pelatihan ini, kami ingin para penyuluh mampu menjangkau generasi digital dengan cara yang lebih kreatif dan komunikatif," ujar salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut.
Diana Erlina menyambut baik pelatihan ini. Menurutnya, penyuluh agama harus terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan umat, terutama generasi muda. "Kami sangat terbantu dengan pelatihan ini. Harapannya, ke depan kami bisa menyampaikan pesan-pesan dakwah dengan format yang lebih segar dan mudah dipahami masyarakat," ujarnya.
Senada dengan itu, Romadon menambahkan bahwa kehadiran media sosial bisa menjadi sarana efektif penyebaran nilai-nilai Islam yang damai, toleran, dan membangun. "Dengan konten yang menarik, dakwah bisa lebih diterima dan menjangkau lebih banyak orang, termasuk mereka yang jarang hadir langsung dalam majelis taklim," tuturnya.
Pelatihan ini ditutup dengan praktik langsung pembuatan konten serta diskusi kelompok. Para peserta juga diminta menyusun rencana konten penyuluhan yang nantinya dapat diterapkan di wilayah kerja masing-masing.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan penyuluh agama KUA Binduriang semakin inovatif dalam menjalankan tugas penyuluhan keagamaan dan mampu menjawab tantangan dakwah di era digital secara efektif.
(Diana Erlina/Prada Utama, S.I.Kom)
Hastag : #pppksiapmengabdidikemterianagamaRI
From : KUA Binduriang



