Perkuat Profesionalisme ASN, Kemenag Rejang Lebong Gelar Pembinaan PPPK TAHAP 1 dan CPNS TA 2024
Rejang Lebong
(Humas)
— Dalam upaya memperkuat kompetensi dan integritas aparatur sipil negara,
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rejang Lebong menggelar kegiatan Pembinaan
ASN bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap I
dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Tahun Anggaran 2024. Acara ini
dilangsungkan di Aula Gedung Pelayanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kemenag
Rejang Lebong, dan diikuti oleh 134 peserta. (11/6/2025)
Dari jumlah tersebut,
sebanyak 124 peserta merupakan ASN yang telah diangkat melalui jalur PPPK tahap
pertama, sementara 10 orang lainnya adalah CPNS yang baru saja resmi diterima
untuk mengabdi di lingkungan Kementerian Agama. Kegiatan pembinaan ini menjadi
langkah awal yang strategis dalam menanamkan nilai-nilai dasar ASN, mulai dari
kedisiplinan, etika birokrasi, hingga semangat melayani masyarakat.
Dalam
sambutan pembukaannya, Plt. Kepala Kantor Kemenag Rejang Lebong, Suharto,
S.Ag., menegaskan bahwa kedisiplinan adalah elemen dasar yang harus dimiliki
oleh setiap ASN. Menurutnya, ASN adalah garda terdepan dalam memberikan
pelayanan kepada masyarakat, sehingga sikap profesional, tanggung jawab, dan
disiplin mutlak dimiliki.
“ASN
bukan hanya menjalankan tugas administrasi, tetapi juga hadir sebagai contoh
bagi masyarakat. Terutama bagi penyuluh agama, kehadiran di tengah masyarakat
harus mencerminkan nilai-nilai integritas dan kedisiplinan yang tinggi,” ujar
Suharto.
Ia
juga mengingatkan para ASN agar tidak hanya siap dalam tataran administratif,
tetapi juga memiliki kesiapan mental dan sosial untuk berbaur serta melayani
masyarakat dengan penuh pengabdian.
Kegiatan
ini turut menghadirkan dua narasumber internal Kemenag Rejang Lebong, yaitu
Plt. Kasubag TU Adri Hadi, S.Ag., M.H., dan Analis Kepegawaian Noni Marlini,
S.Psi., M.H.
Dalam
pemaparannya, Adri Hadi menyampaikan bahwa ASN ideal harus memiliki sejumlah
karakter penting, antara lain integritas, profesionalitas, netralitas, serta
bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Selain itu, ASN juga
diharapkan mampu memberikan layanan publik yang efektif dan efisien, serta
berperan sebagai unsur perekat persatuan dan kesatuan bangsa.
“ASN
yang berkualitas adalah mereka yang tidak hanya bekerja sesuai aturan, tetapi
juga mampu menjaga netralitas dan menjadi motor penggerak persatuan di tengah
masyarakat yang majemuk,” terang Adri.
Sementara
itu, Noni Marlini memfokuskan paparannya pada pentingnya kedisiplinan di
lingkungan kerja. Ia menegaskan bahwa disiplin bukan hanya soal kehadiran atau
kepatuhan terhadap jam kerja, tetapi juga menyangkut sikap profesional,
tanggung jawab terhadap tugas, dan kepatuhan terhadap kode etik ASN.
“Disiplin
mencerminkan karakter pegawai. Lingkungan kerja yang disiplin akan menciptakan
pelayanan yang berkualitas dan birokrasi yang sehat,” jelas Noni.
Kegiatan
pembinaan ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian materi, tetapi juga dialog
terbuka antara para ASN baru dengan para narasumber, yang bertujuan untuk
menumbuhkan pemahaman bersama terhadap tanggung jawab moral dan institusional
mereka sebagai abdi negara.
Melalui
kegiatan ini, Kantor Kemenag Rejang Lebong menegaskan komitmennya untuk membina
ASN yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga tangguh secara moral,
etis, dan sosial.
Dengan
pembinaan awal ini, diharapkan para ASN baru dapat segera beradaptasi dengan
lingkungan kerja, menjunjung tinggi nilai-nilai dasar ASN, serta siap
menjalankan tugas pelayanan publik dengan penuh dedikasi.
Hastag : #kemenagrejanglebong
From : Kemenag



