Kepala KUA Binduriang Sampaikan Sambutan dalam Acara Bimbingan Penyuluhan Praktek Mengapani Jenazah di Majelis Taklim Nurul Fatah, Desa Kampung Jeruk
Rejang Lebong (Humas) --- Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat mengenai tata cara pengurusan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam, Penyuluh Agama Islam KUA Binduriang menggelar kegiatan Bimbingan Penyuluhan Praktek Mengkafani Jenazah di Majelis Taklim Nurul Fatah Desa Kampung Jeruk. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Binduriang Ripi Nasbi, S.H.I, beserta seluruh penyuluh agama Islam KUA Binduriang, Kepala Desa Kampung Jeruk, beserta perangkat agama. (15/10/2025)
Dalam sambutannya, Kepala KUA Binduriang, Bapak Ripi Nasbi, S.H.I, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pihak Majelis Taklim Nurul Fatah yang telah berinisiatif menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Beliau menegaskan bahwa bimbingan semacam ini merupakan bentuk nyata dari penguatan literasi keagamaan masyarakat di bidang fardhu kifayah.
“Mengurus jenazah adalah salah satu kewajiban umat Islam yang sering kali diabaikan karena kurangnya pemahaman dan pengalaman. Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap masyarakat memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk melaksanakan pengurusan jenazah sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW,” ujar beliau dalam sambutannya.
Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan penyuluhan keagamaan tidak hanya sebatas teori, tetapi juga harus disertai dengan praktik langsung agar masyarakat lebih mudah memahami dan mampu menerapkannya di lapangan. Oleh karena itu, penyuluh KUA Binduriang turut memberikan simulasi dan praktek mengapani jenazah secara langsung dalam kegiatan ini.
Selain itu, Kepala KUA Binduriang juga menekankan pentingnya peran majelis taklim sebagai wadah pembinaan umat. Menurut beliau, majelis taklim tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar membaca Al-Qur’an atau kajian keislaman, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.
“Majelis taklim seperti Nurul Fatah ini adalah ujung tombak pembinaan keagamaan di tingkat desa. Dengan kegiatan seperti ini, kita bisa mencetak masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan siap mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Acara yang berlangsung dengan penuh khidmat ini diikuti oleh para ibu-ibu majelis taklim, tokoh agama, serta masyarakat setempat. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi, baik saat mendengarkan materi maupun saat praktik langsung.
Di akhir sambutannya, Kepala KUA Binduriang berharap agar kegiatan bimbingan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh desa di wilayah Kecamatan Binduriang.
“Semoga kegiatan seperti ini tidak berhenti di sini saja. Mari kita jadikan penyuluhan dan pelatihan keagamaan sebagai agenda rutin, agar masyarakat semakin memahami dan mencintai ajaran Islam dengan baik dan benar,” tutup beliau.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi dan praktik langsung oleh para penyuluh agama Islam KUA Binduriang, yang memberikan panduan teknis mengenai cara mengafani jenazah sesuai dengan tata cara syariat Islam. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu tokoh agama Desa Kampung Jeruk.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Kampung Jeruk semakin memiliki pengetahuan dan kesiapan dalam melaksanakan kewajiban fardhu kifayah, serta mampu menanamkan nilai kepedulian dan gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
(Diana Erlina/Edwinsya)Hastag : #PPPKPENYULUHAGAMAKUABINDURIANGSIAPBERGERAK
From : KUA Binduriang

.jpg)
.jpg)
