Asah Keterampilan Praktis di Lapangan: Mahasiswa PPL IAIN Curup Gelar Ujian Simulasi Prosesi Pernikahan Lengkap di KUA
Rejang Lebong (Humas) --- Suasana sakral prosesi pernikahan memenuhi ruang balai nikah Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Curup pada Senin pagi (27/10). Namun, pemandangan kali ini bukanlah akad nikah sesungguhnya, melainkan sebuah "ujian simulasi" yang menjadi puncak kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bagi sejumlah mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup.
Dengan fokus utama pada proses pernikahan, para mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), mahasiswa Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) dan mahasiswa Program Studi IAT ini ditantang untuk mempraktikkan seluruh tahapan administrasi dan ritual pernikahan, mulai dari tahap awal pemberkasan di tingkat kelurahan/desa, pendaftaran resmi di KUA, hingga klimaks prosesi Ijab Qabul yang khidmat.
Kegiatan ini secara langsung disaksikan dan dievaluasi oleh pamong dari pihak KUA, Drs. Ramadan yang dikenal sangat berpengalaman dibidang kepenghuluan. Kehadiran beliau bersama pamong lainnya bertujuan untuk memberikan penilaian objektif dan masukan konstruktif demi mengasah kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja nyata.
Uniknya, setiap mahasiswa diberi peran yang spesifik, mereplikasi susunan staf dan fungsional yang ada di kelurahan dan KUA. Ada yang berperan sebagai petugas administrasi kelurahan yang menerima dan memverifikasi berkas N1 hingga N4, operator Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) KUA, hingga peran sentral sebagai Penghulu, Wali Nikah, Saksi, bahkan Calon Pengantin. Salah satu mahasiswa yang berperan sebagai operator SIMKAH, Rahma, tampak sangat antusias menjalankan tugasnya. "Ini kesempatan emas untuk mempraktikkan teori yang selama ini kami pelajari. Kami tidak hanya belajar tentang hukum pernikahan, tetapi juga detail teknis pelayanan publik, terutama bagaimana mengelola data catin dengan akurat di SIMKAH," ujar Rahma dengan semangat.
Simulasi ini dirancang sangat spesifik. Mulai dari drama verifikasi berkas yang kurang lengkap, konsultasi pra-nikah, pengecekan data di sistem, hingga pengaturan posisi duduk dan lafal ijab qabul. Drs. Ramadan beserta pamong lainnya aktif memberikan interupsi dan skenario mendadak (seperti kasus wali nikah yang berhalangan) untuk menguji kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah di lapangan.
Kepala KUA Kecamatan Curup, Bapak H. Suryono, S.Ag, M.Pd, menyatakan dukungan penuh dan apresiasi tingginya terhadap inisiatif PPL IAIN Curup ini. Beliau menekankan bahwa pengalaman praktis semacam ini jauh lebih berharga daripada sekadar teori di kelas. "Kami sangat mengapresiasi IAIN Curup yang telah membekali mahasiswanya dengan praktik lapangan sekomprehensif ini. Simulasi proses pernikahan secara utuh, dari A sampai Z, memastikan bahwa lulusan mereka kelak tidak hanya menguasai ilmu, tetapi juga siap terjun langsung melayani masyarakat," ujar Bapak Suryono.
Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini adalah wujud kolaborasi yang baik antara lembaga pendidikan dan KUA dalam menciptakan sumber daya manusia yang cakap, profesional, dan berintegritas di bidang administrasi dan hukum keluarga Islam.
Diharapkan, melalui ujian simulasi yang intensif ini, mahasiswa PPL IAIN Curup memperoleh pemahaman holistik tentang peran KUA sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan di masyarakat, serta menjadi bekal penting dalam karier mereka sebagai calon Penghulu, Hakim, maupun staf administrasi di masa depan.
(Lidya /Edwinsya)Hastag : #Kuahebat#Kuakeren#KuaCurup
From : KUA Curup

.jpg)
.jpg)
