Bukan Sekadar Teori: Sentuhan Hati Penyuluh Agama Islam P3K dan Mahasiswa Magang 'Suntik' Kesiapan Calon Pengantin di KUA
Rejang Lebong (Humas)
--- Suasana bimbingan pranikah di Kantor
Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kota Padang terasa berbeda. Kali ini,
kegiatan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi keagamaan semata, tetapi
juga menghadirkan “sentuhan hati” dan
“suntikan kesiapan praktis” bagi para calon pengantin.
Inisiatif
kreatif ini merupakan hasil kolaborasi antara penyuluh agama Islam Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja
(PPPK) dan mahasiswa magang dari
IAIN Curup, yang berkomitmen untuk memberikan bimbingan pranikah yang
lebih menyentuh, relevan, dan aplikatif di kehidupan nyata.
Kegiatan
ini digagas sebagai respons terhadap meningkatnya angka permasalahan rumah tangga di wilayah Kecamatan Kota Padang.
Melalui pendekatan baru ini, para calon pengantin tidak hanya diberikan
pengetahuan teoritis, tetapi juga diarahkan untuk memahami makna mendalam dari
sebuah pernikahan.
“Kami
tidak ingin hanya memberikan ceramah atau materi yang membosankan,” ujar Ustadz Bulgis, S.Sos, penyuluh agama
Islam PPPK. “Kami ingin menyentuh hati mereka, membuat mereka benar-benar
memahami makna pernikahan dan bagaimana membangun keluarga yang sakinah,
mawaddah, warahmah.”
Salah
satu hal menarik dari program ini adalah adanya sesi curhat dan diskusi kelompok. Dalam suasana yang
hangat dan terbuka, para calon pengantin berbagi kekhawatiran, pengalaman,
serta harapan mereka. Para penyuluh dan mahasiswa magang kemudian memberikan
arahan dan solusi yang membangun, berdasarkan pengalaman dan perspektif
keilmuan yang mereka miliki.
Tak
hanya itu, peserta juga mendapatkan pelatihan
keterampilan praktis seperti komunikasi efektif, manajemen keuangan
keluarga, serta cara menyelesaikan konflik rumah tangga secara bijak. Materi
juga mencakup pemahaman tentang hak dan
kewajiban suami istri dalam Islam, sehingga mereka dapat memulai
kehidupan rumah tangga dengan pemahaman yang utuh.
“Kami
merasa sangat terbantu dengan adanya program ini,” ungkap Ubut, salah satu calon pengantin. “Kami
jadi lebih siap menghadapi pernikahan, tidak hanya secara mental, tetapi juga
secara praktis.”
Dari
sisi mahasiswa magang, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga.
“Pengalaman
ini membuka mata saya tentang realitas pernikahan di masyarakat,” tutur Mhotu Rizki, mahasiswa IAIN Curup Prodi
Hukum Keluarga Islam. “Kami belajar bagaimana memberikan pendampingan yang
tidak hanya berdasarkan teori, tapi juga empati dan pengalaman nyata. Melihat
senyum para calon pengantin adalah hadiah yang tak ternilai.”
Kepala
KUA Kecamatan Kota Padang, Efrianto,
S.Sos.I., MH, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini.
“Kami
sangat mengapresiasi dedikasi para penyuluh agama Islam PPPK dan mahasiswa
magang,” ujarnya. “Mereka telah memberikan kontribusi yang sangat berarti dalam
membekali calon pengantin agar lebih siap membangun keluarga yang harmonis.”
Dengan pendekatan kolaboratif yang penuh empati ini, KUA Kecamatan Kota Padang berharap program bimbingan pranikah dapat terus berinovasi dan menjadi model pembinaan keluarga yang inspiratif, menyiapkan generasi baru keluarga Indonesia yang sakinah, mawaddah, warahmah.
(Chandra /Edwinsya)Hastag : #kuakotapadang
From : KUA Kota Padang


.jpg)
.jpg)