Bimbingan Penyuluhan di Majelis Taklim Nahdatul Quraniyah Desa Simpang Beliti oleh Penyuluh Agama KUA Binduriang dengan Materi Tawasul
Rejang Lebong (Humas) -- Majelis Taklim Nahdatul Quraniyah Desa Simpang Beliti mengadakan kegiatan bimbingan penyuluhan agama yang dihadiri oleh jamaah setempat, pada hari Jumat (31/10). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari program peningkatan pemahaman agama Islam bagi masyarakat, dengan tema materi yang dibahas adalah Tawasul.
Acara tersebut dipandu oleh Penyuluh Agama dari Kantor Urusan Agama (KUA) Binduriang, Romadon, S.Pd. Dalam penyuluhannya, Romadon menyampaikan penjelasan mendalam mengenai konsep tawasul dalam Islam, baik secara lisan maupun dalam praktik kehidupan sehari-hari.
Tawasul, menurut Romadon, adalah usaha seorang Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan perantaraan amal saleh, doa, atau bahkan dengan menyebutkan nama orang-orang yang dianggap memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah, seperti Nabi Muhammad SAW dan para wali. "Tawasul tidak berarti kita berdoa kepada orang yang disebutkan dalam tawasul, melainkan kita memohon kepada Allah SWT agar doa kita lebih diterima dengan perantaraan mereka yang dekat dengan Allah," jelas Romadon
Kegiatan ini berlangsung dalam suasana yang sangat khidmat, dengan antusiasme jamaah yang tinggi. Para peserta terlihat sangat aktif dalam mengikuti pemaparan materi serta mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan masalah praktis terkait tawasul dalam kehidupan sehari-hari.
Penyuluhan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman masyarakat, terutama generasi muda, mengenai berbagai aspek ajaran Islam yang seringkali disalahpahami. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan antarwarga dan memperdalam ilmu agama dalam konteks yang sesuai dengan ajaran yang sahih dan tidak bertentangan dengan syariat.
Salah satu anggota majelis Taklim Nahdatul Quraniyah Desa Simpang Beliti Ibu Almi yang hadir dalam acara tersebut mengungkapkan apresiasi atas pelaksanaan penyuluhan ini. “Saya merasa semakin paham tentang tawasul setelah mengikuti acara ini. Dulu saya hanya mengikuti doa-doa tertentu tanpa benar-benar memahami maknanya,” ujar Ibu Almi, salah seorang jamaah Majelis Taklim.
Kegiatan bimbingan penyuluhan agama seperti ini diharapkan dapat terus digalakkan oleh KUA Binduriang untuk memberikan wawasan agama yang benar kepada masyarakat, serta menjadi wadah untuk saling berbagi ilmu dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.
(Diana Erlina/Edwinsya)Hastag : #kuabinduriang#pppkpenyuluhagamasiapbergerak
From : KUA Binduriang



