"Tepuk Fokus" Pecah Kebekuan, Siswa SMPN 16 Rejang Lebong Antusias Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari KUA Sindang Kelingi
Rejang Lebong (Humas) — Suasana hangat dan penuh
semangat menyelimuti ruang kelas IX SMP Negeri 16 Rejang Lebong
pada Jumat (07/11/2025). Kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah
(BRUS) yang digelar oleh Kantor Urusan Agama (KUA)
Kecamatan Sindang Kelingi) berlangsung meriah dan interaktif,
menghadirkan pembelajaran bermakna tentang adab, akhlak, dan kesiapan
diri menuju masa dewasa dan pernikahan.
Kegiatan dibuka dengan “Tepuk
Fokus” yang dipimpin oleh Septi Arjuani, S.Sos.,
Penyuluh Agama Islam KUA Sindang Kelingi. Dengan penuh semangat, para siswa
serentak melakukan gerakan sambil meneriakkan “Melihat, Mendengar,
Mengingat, Fokus!” — sebuah ice breaking sederhana namun efektif
untuk membangkitkan antusiasme dan konsentrasi peserta.
Sebagai pemateri utama, Slamet
Cahyadi Sani, S.Sos. bersama Septi
Arjuani, S.Sos. menyampaikan pesan-pesan penting tentang kesiapan
remaja menghadapi kehidupan berumah tangga.
“Kesiapan menikah bukan soal
umur, tapi soal kemantapan adab dan akhlak, Pondasi rumah tangga yang kuat
bukan di harta, tapi di akhlak yang baik. Jika adab kita baik, maka hubungan
dengan orang tua, guru, dan teman pun akan baik. Itu modal utama untuk menjadi
suami atau istri yang bertanggung jawab.” tegas Slamet
Sementara itu, Septi
Arjuani menambahkan bahwa masa remaja adalah waktu terbaik
untuk menanamkan nilai moral dan menjaga etika pergaulan.
“Tepuk Fokus tadi mengajarkan
kita untuk menjaga konsentrasi. Sekarang, kuncilah adab dan akhlak kalian agar
tetap mulia. Remaja yang beradab adalah remaja yang menghargai dirinya dan masa
depannya. Siap menikah bukan berarti harus menikah muda tapi siap menunda demi
kesiapan yang matang,” ujarnya penuh semangat.
Kepala Sekolah SMPN
16 Rejang Lebong menyampaikan apresiasi tinggi atas sinergi
antara KUA dan sekolah dalam membekali siswa dengan pendidikan karakter yang
kuat.
“Kegiatan seperti ini sangat
penting. Materi yang dibawakan dengan cara menyenangkan membuat nilai-nilai
akhlak lebih mudah diterima dan diingat oleh para siswa,” ujarnya.
Kegiatan BRUS ditutup dengan sesi
tanya jawab interaktif, di mana para siswa tampak antusias
mengajukan pertanyaan seputar etika pergaulan, tanggung jawab remaja, hingga
makna kesiapan mental dan spiritual sebelum menikah.
Melalui kegiatan ini, KUA
Kecamatan Sindang Kelingi berharap dapat menanamkan kesadaran
kepada generasi muda bahwa masa remaja adalah waktu
untuk membangun karakter, bukan terburu-buru menuju pernikahan.
Dengan adab dan akhlak sebagai fondasi, mereka akan tumbuh menjadi generasi
yang siap menghadapi kehidupan dengan bijak dan beriman.
Hastag : KUA Sindang kelingi
From : KUA S. Kelingi

.jpg)

