PAI KUA Curup Tengah Hadiri Peluncuran Buku Antologi Naskah Drama “Kabuk”
Rejang Lebong (Humas) – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Curup Tengah menghadiri kegiatan peluncuran buku antologi naskah drama berjudul “Kabuk” yang digelar di Gedung Pola Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Rabu (12/11).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh para penulis, akademisi, pegiat seni, dan tokoh masyarakat Rejang Lebong. Buku “Kabuk” merupakan kumpulan karya drama yang ditulis oleh ananda Aishnayla Hilwami merupakan pelajar SMA Negeri 1 Rejang Lebong yang mengangkat tema-tema kehidupan sosial, budaya, dan nilai-nilai kemanusiaan yang sarat pesan moral.
PAI KUA Curup Tengah, Ismail Mainas, S.Sos.I, M.Pd.I menyampaikan apresiasi atas peluncuran buku tersebut. Menurutnya, karya sastra seperti “Kabuk” memiliki nilai edukatif yang bisa menjadi media dakwah kultural untuk menyampaikan pesan moral dan keagamaan secara kreatif.
“Buku ini tidak hanya menghadirkan keindahan bahasa dan nilai seni, tetapi juga menjadi sarana refleksi moral dan sosial bagi pembacanya. Dakwah bisa hadir dalam berbagai bentuk, termasuk melalui seni dan sastra,” ujar Ismail.
Dalam kesempatan itu, para peserta juga mengikuti sesi bedah buku dan diskusi interaktif yang membahas makna-makna mendalam dalam naskah drama tersebut. Beberapa karya dalam “Kabuk” menyoroti dinamika kehidupan masyarakat yang penuh nilai perjuangan, kejujuran, dan keteguhan iman — nilai-nilai yang sejalan dengan prinsip dakwah Islam.
Kepala KUA Curup Tengah, H. Bulkis, S.Th.I, MHI, mengapresiasi atas kehadiran PAI KUA Curup Tengah dalam acara ini menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan dakwah berbasis budaya dan literasi, sekaligus memperkuat peran Kementerian Agama dalam mendorong masyarakat untuk mencintai karya sastra yang bernilai edukatif dan spiritual.
“Kami berharap kegiatan semacam ini terus berlanjut. Seni dan sastra adalah jembatan antara nilai budaya dan agama, yang bisa memperkaya cara kita berdakwah di tengah masyarakat modern,” tambahnya.
Peluncuran buku “Kabuk” menjadi momentum penting bagi para penulis lokal Rejang Lebong untuk terus berkarya, serta membuka ruang sinergi antara dunia literasi dan lembaga keagamaan dalam menyemai nilai-nilai kebaikan melalui tulisan.
(Ebit Iswandi/Edwinsya)Hastag : #PenyuluhAgamaIslam#KUACurupTengah#Berdaya#
From : KUA Curup Tengah

.jpg)

