Kakan Kemenag Rejang Lebong : KEDUREI AGUNG harus dilestarikan
REJANG LEBONG (HUMAS) ---- Lapangan Dwi Tunggal Curup menjadi tempat digelarnya Kedurei Agung, sebuah prosesi adat yang kental dengan makna syukur dan kebudayaan suku Rejang.(08/05).
Kepala Kantor Kemenag Rejang Lebong, H. Lukman, S.Ag.M.H, bersama Ketua DWP Kemenag Rejang Lebong, Ny. Oma Aprida Lukman, turut hadir dalam kesempatan yang mengangkat tema besar yakni "Melalui Momentum Festival Budaya Daerah dan Bazar UMKM Kabupaten Rejang Lebong Tahun 2024, Kita Kembangkan dan Lestarikan Budaya Daerah Serta Mensejahterahkan UMKM, Guna Mewujudkan Rejang Lebong Bercahaya untuk Semua."
Acara yang dihadiri langsung oleh Gubernur Bengkulu, Prof. Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, MMA, dan Bupati Rejang Lebong, Drs. H. Syamsul Efendi, MM, serta unsur Forkopimda lainnya, menggambarkan keseriusan dalam melestarikan warisan budaya yang kaya.
Dalam sambutannya, Bupati Rejang Lebong mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam acara festival budaya dan bazar UMKM. "Kedurei Agung memiliki makna ungkapan rasa syukur masyarakat suku Rejang kepada Sang Pencipta atas nikmat dan rezeki, yang menunjukkan perilaku yang dilandasi oleh tatanan nilai, moral, ilmu pengetahuan, dan spiritual," ungkap Bupati.
Gubernur Bengkulu juga menyampaikan selamat ulang tahun kepada Kota Curup yang merayakan 144 tahun. Sambutan tersebut mencerminkan dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat Bengkulu terhadap upaya pelestarian budaya dan tradisi yang kaya di Rejang Lebong.
H. Lukman, sebagai kepala kantor Kemenag Rejang Lebong, menyatakan dukungan penuh terhadap prosesi adat yang masih dilestarikan di kabupaten Rejang Lebong. Dengan semangat yang menggebu, acara ini tidak hanya memperkenalkan kebudayaan Rejang Lebong ke dunia, tetapi juga memberikan dorongan ekonomi kepada UMKM lokal, menciptakan sebuah Rejang Lebong yang lebih bersinar bagi semua.
Hastag :
From : Kemenag

.jpg)
.jpg)
.jpg)