PENYULUH AGAMA ISLAM KUA BERMANI ULU RAYA BINA MAJELIS TAKLIM DARUS SHOLIHIN BERTEMA HAK DAN KEWAJIBAN BERTETANGGA DALAM ISLAM
Rejang Lebong (Humas) --- Suasana Masjid Tapak 50,
Desa Pal VII, terasa hangat dan penuh kebersamaan pada Selasa (19/11), saat
Majelis Taklim Uswatun Hasanah mengikuti pembinaan keagamaan yang dipandu oleh
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bermani Ulu Raya, Ritsa
Sindika, SE.
Kegiatan ini merupakan bagian
dari program rutin penyuluhan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan
masyarakat, khususnya dalam pembinaan akhlak sosial. Pada sesi kali ini, Ritsa
mengangkat tema “Hak dan Kewajiban Bertetangga dalam Islam”,
sebuah topik yang dinilai sangat relevan dalam membangun kehidupan
bermasyarakat yang harmonis.
Dalam penyampaiannya, Ritsa
menegaskan bahwa menjaga hubungan baik dengan tetangga merupakan
ajaran penting dalam Islam. Ia mengutip pesan Rasulullah SAW
bahwa kesempurnaan iman seseorang dapat tercermin dari bagaimana ia
memperlakukan tetangganya.
“Rasulullah
SAW menegaskan bahwa tidak sempurna iman seseorang apabila tetangganya tidak
merasa aman dari gangguan lisannya maupun perbuatannya. Karena
itu, hubungan bertetangga tidak hanya persoalan sosial, tetapi juga cerminan
kualitas keimanan,” tuturnya di hadapan para jamaah.
Lebih lanjut, ia menjelaskan
hak-hak dasar yang dimiliki seorang tetangga, seperti mendapatkan rasa aman,
tidak diganggu, menerima bantuan ketika membutuhkan, diberi salam, serta
diperhatikan dalam kondisi sakit, berduka, maupun ketika memiliki hajat.
Sementara itu, kewajiban
seorang muslim terhadap tetangganya meliputi menjaga ucapan dan sikap, tidak
menyakiti, berbuat baik sesuai kemampuan, menjaga kebersihan lingkungan, serta
menjalin sikap saling menghormati demi terciptanya ketenteraman bersama.
Para anggota Majelis Taklim
terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan. Mereka aktif dalam sesi diskusi
dan menyampaikan tekad untuk mengamalkan nilai-nilai yang disampaikan dalam
kehidupan sehari-hari.
Menutup kegiatan, Ritsa
Sindika berharap pembinaan ini dapat menumbuhkan karakter sosial yang lebih
kuat di tengah masyarakat.
“Semoga
melalui materi ini, jamaah semakin memahami pentingnya menjaga hubungan baik
antar tetangga dan mampu menjadi pribadi yang membawa kedamaian serta manfaat
di lingkungannya,” ujarnya.
Kegiatan berjalan lancar, penuh semangat, dan menjadi momentum penguatan keagamaan sekaligus keharmonisan sosial di Desa Pal VII.
(LAILIYA RAHMAN/Edwinsya)Hastag : PPPK 2025 kua BUR
From : KUA Bermni Ulu Raya



