Dakwah Melalui Mimbar Jum'at, Kepala KUA Curup Tengah Sampaikan Hakikat Rezeki
Rejang Lebong (Humas) – Dakwah melalui mimbar kembali menjadi sarana penyebaran nilai islami di tengah masyarakat. Kepala KUA Curup Tengah berkesempatan menjadi khatib pada Salat Jum’at di Masjid Jam’aturrahma Kel. Sukaraja (21/11) dengan mengangkat tema “Hakikat Rezeki dalam Perspektif Islam”. Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti oleh puluhan jama’ah.
Dalam khutbahnya, Kepala KUA Curup Tengah, H. Bulkis, S.Th.I, MHI, mengingatkan bahwa rezeki merupakan anugerah Allah SWT yang telah ditetapkan dan dijamin untuk setiap makhluk-Nya. Oleh karena itu, umat Islam tidak semestinya merasa gelisah atau putus asa dalam mencari nafkah selama melakukannya melalui jalan yang halal. “Rezeki tidak selalu berupa materi. Kesehatan, keluarga yang harmonis, waktu luang, dan ketenangan hati juga bagian dari rezeki yang luar biasa,” tegasnya dari atas mimbar.
Beliau juga memaparkan bahwa rezeki yang halal akan membawa keberkahan dalam hidup, sementara rezeki yang diperoleh dengan cara batil hanya akan mendatangkan keburukan. Dalam pandangan Islam, rezeki tidak hanya dinilai dari jumlah, tetapi dari keberkahan yang menyertainya. “Sedikit tetapi berkah jauh lebih mulia daripada banyak tetapi tidak mendatangkan ketenangan,” lanjutnya.
H. Bulkis turut mengajak jama’ah untuk memperkuat tawakal kepada Allah setelah berikhtiar secara maksimal. Menurutnya, ikhtiar tanpa tawakal akan berujung kelelahan duniawi, sedangkan tawakal tanpa ikhtiar merupakan bentuk kelalaian. Keduanya harus seimbang sebagai wujud ketaatan.
Jama’ah yang hadir tampak menyimak khutbah dengan penuh perhatian. Banyak yang menilai bahwa pesan khutbah tersebut sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi dan tuntutan kebutuhan hidup.
Sebelum mengakhiri khutbah, H. Bulkis berpesan agar umat Islam senantiasa memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia sebagai jalan untuk memperluas pintu rezeki. Rezeki tidak hanya ditentukan oleh usaha, tetapi juga oleh amal saleh, termasuk sedekah, kejujuran, menjaga salat, dan memperbanyak istighfar.
Melalui dakwah ini, diharapkan masyarakat semakin memahami hakikat rezeki dan semakin termotivasi untuk mencarinya dengan cara yang halal, disertai syukur serta tawakal.
(Ebit Iswandi/Edwinsya)Hastag : #KUACurupTengah#MelayaniUmmat#
From : KUA Curup Tengah



