Sejuta Kiblat : MIN 1 Rejang Lebong Ambil Bagian Pecahkan Rekor MURI
Rejang Lebong (Humas) --- Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Rejang Lebong, Mufidatul Chairi, S.Ag., M.Pd.I, mengajak seluruh dewan guru dan staf untuk ikut serta dalam kegiatan kalibrasi arah kiblat saat peristiwa Rashdul Qiblah, yaitu saat matahari melintas tepat di atas Ka'bah. Ajakan ini disampaikan Mufidatul Chairi saat memimpin apel pagi yang dihadiri seluruh dewan guru dan staf di halaman madrasah, Senin (27/05).
Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam telah mengeluarkan imbauan untuk menggelar pengukuran arah kiblat secara serentak di tempat-tempat ibadah, kantor-kantor, dan di rumah masing-masing pada tanggal 27 Mei 2024, memanfaatkan peristiwa Rashdul Qiblah tersebut.
Dalam arahannya, Mufidatul Chairi berpesan kepada dewan guru dan staf MIN 1 Rejang Lebong untuk turut aktif dalam kegiatan tersebut serta mensosialisasikannya kepada orang tua/wali siswa melalui grup WhatsApp kelas, sehingga mereka dapat ikut mengambil bagian dalam fenomena alam yang terjadi hanya sekali dalam setahun ini.
"Saya berharap kita semua dapat ikut serta berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mari kita sebarluaskan agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengoreksi arah kiblat di tempat masing-masing, mengingat pentingnya arah kiblat dalam pelaksanaan ibadah sholat, dan kepada siswa-siswi kita peristiwa ini sebagai salah satu bentuk pembelajaran,” kata Mufidatul.
Diketahui, kegiatan ini disebut "Sejuta Kiblat" karena mengajak satu juta orang dari berbagai wilayah dan latar belakang untuk ikut serta memecahkan Rekor MURI dengan mengkalibrasi atau mengukur arah kiblat secara mandiri dari rumah atau tempat kerja masing-masing. Para peserta yang terlibat dalam kegiatan ini juga diminta untuk mengisi daftar partisipasi melalui tautan yang telah disediakan (s.id/harisejutakiblat).
Berdasarkan data astronomis dan ilmu falak, peristiwa Rashdul Qiblah ini akan terjadi pada hari Senin dan Selasa, tanggal 27 dan 28 Mei 2024 yang bertepatan dengan 18 dan 19 Dzulqaidah 1445 Hijriah pada pukul 16:18 WIB. Masyarakat luas bisa melakukan pengukuran arah kiblat secara mandiri dengan menggunakan alat sederhana seperti tongkat kayu.
Dengan
adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya arah
kiblat dalam ibadah sholat semakin meningkat dan dapat diterapkan dengan benar
di berbagai tempat.
(Randi Sefto Fanedi, S.Pd/Elsa Togatorop)
Hastag : #MIN1RL #HUMAS #Sejutakiblat #RejangLebong
From : MIN 1


.jpg)
