DAERAH
PENDIDIKAN
28 November 2025
42
Hastag : #MIN1RL #Humas
From : MIN 1
Ketua KKGMI Rejang Lebong Tekankan Pentingnya Laporan Pelatihan
Rejang Lebong (Humas) – Ketua Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKGMI) Kabupaten Rejang Lebong, Randi Sefto Fanedi, S.Pd, memberikan arahan sekaligus himbauan penting kepada seluruh peserta pelatihan untuk menyusun dan mengumpulkan laporan kegiatan secara lengkap. Hal tersebut ia sampaikan dalam sambutan pada kegiatan pertemuan rutin KKGMI & KKKMI yang dilaksanakan pada Selasa (18/11/2025) di MIS Nurul Huda Belumai.
Dalam sambutannya, Randi menegaskan bahwa penyusunan laporan bukan sekadar formalitas, tetapi bagian penting dari administrasi profesional guru dan kepala madrasah. Laporan tersebut dibutuhkan sebagai bukti nyata mengikuti pelatihan serta menjadi persyaratan resmi untuk peningkatan mutu dan penilaian kinerja tenaga pendidik.
“Laporan ini sangat penting sebagai bukti kita telah mengikuti pelatihan dan sebagai syarat administrasi pada kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) dan Evaluasi Diri Madrasah (EDM). Selain itu juga menjadi bukti dukung pada aplikasi e-Kinerja,” tegasnya.
Randi juga menjelaskan bahwa penyusunan laporan yang baik menunjukkan integritas dan profesionalitas pendidik dalam menjalankan tugas. Untuk mempermudah peserta, dirinya turut membagikan contoh format laporan pelatihan yang dapat dimodifikasi sesuai jenis kegiatan.
“Silakan laporan ini dikembangkan sesuai kebutuhan dan jenis pelatihan masing-masing. Formatnya fleksibel, yang penting isi dan bukti kegiatannya lengkap,” tambahnya.
Dukungan terkait pentingnya penyusunan laporan kegiatan juga disampaikan oleh Ketua KKKMI Kabupaten Rejang Lebong, Mufidatul Chairi, S.Ag., M.Pd.I. Dirinya menegaskan bahwa laporan merupakan dokumen resmi yang berfungsi sebagai bukti pertanggungjawaban dan arsip kelembagaan. “Kami sangat mendukung himbauan ini. Laporan pelatihan wajib dibuat karena menjadi bentuk pertanggungjawaban profesional sekaligus bukti administrasi yang kelak sangat dibutuhkan saat PKKM maupun monitoring dan evaluasi lainnya,” ungkap Mufidatul.
Ia juga berharap seluruh kepala madrasah bisa memastikan guru-gurunya tertib dalam pelaporan. “Kita ingin membangun budaya tertib administrasi. Maka saya mengajak semua kepala madrasah untuk memastikan laporan pelatihan disusun dan dikumpulkan tepat waktu,” tambahnya.
Kegiatan pertemuan rutin KKGMI & KKKMI kali ini diikuti oleh 15 madrasah, baik negeri maupun swasta di Kabupaten Rejang Lebong. Selain agenda koordinasi dan arahan organisasi, kegiatan tersebut juga diisi dengan Pelatihan Penulisan Naskah Soal Berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills) untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun instrumen evaluasi pembelajaran yang kreatif, berkualitas, dan menantang kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik.
Pelatihan menghadirkan narasumber Rolly Junizan, S.Pd, yang memaparkan konsep dasar HOTS hingga teknik penyusunan butir soal sesuai standar Kurikulum Merdeka dan Asesmen Nasional. “Guru harus berani berinovasi dalam membuat soal. Soal HOTS membantu peserta didik berpikir lebih kritis dan tidak hanya menghafal materi,” jelasnya.
Para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan berharap pelatihan serupa dapat dilaksanakan secara berkala sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan di lingkungan madrasah. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab, penugasan pembuatan soal berbasis HOTS, serta penyerahan contoh format laporan pelatihan.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan guru MI di Kabupaten Rejang Lebong semakin profesional, kompeten, dan berkomitmen kuat dalam memenuhi standar administrasi pendidikan.
(Habsa Aryati, S.Pd/Prada Utama, S.I.Kom)
Hastag : #MIN1RL #Humas
From : MIN 1

.jpg)

