Digitalisasi Bimwin Tingkatkan Mutu Pelayanan KUA Selupu Rejang
Rejang Lebong (Humas) – Upaya peningkatan kualitas pelayanan publik di Kantor Urusan Agama (KUA) Selupu Rejang terus menunjukkan perkembangan signifikan. Pada era yang menuntut efisiensi dan kecepatan, KUA Selupu Rejang memilih bergerak cepat dengan menerapkan inovasi digital dalam setiap layanan, termasuk pada program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin.
Kepala KUA Selupu Rejang, Ibnu Hajar, S.Ag., M.H.I., menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mutlak. Menurutnya, transformasi digital menjadi jawaban atas meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang efektif, mudah diakses, dan modern.
“Transformasi digital memungkinkan KUA melayani masyarakat dengan lebih efektif. Kami terus mengembangkan layanan berbasis teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, terutama yang sudah mulai digalakkan pada program Bimwin catin di KUA ini,” ujarnya.
Langkah digitalisasi terwujud melalui penerapan sistem barcode untuk daftar hadir peserta Bimwin. Calon pengantin yang datang tidak lagi menandatangani absen manual, melainkan cukup memindai barcode yang disediakan. Data kehadiran langsung tercatat secara otomatis dan aman dalam sistem. Selain itu, peserta juga dapat langsung mengunduh “Buku Pondasi Keluarga Sakinah” melalui tautan yang muncul setelah pemindaian. Buku digital tersebut menjadi pedoman penting dalam pembelajaran, sekaligus bentuk efisiensi penyediaan materi agar dapat diakses kapan pun. Implementasi ini disebut memberi pengalaman baru yang lebih praktis dan relevan dengan perkembangan teknologi informasi.
Digitalisasi ini mulai tampak jelas pada pelaksanaan Bimwin Selasa (02/12). Sebanyak enam pasang calon pengantin, atau total 12 peserta, mengikuti sesi bimbingan yang memadukan metode tatap muka dengan pemanfaatan perangkat digital. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi pembekalan pranikah secara komprehensif, mulai dari kesiapan mental, manajemen konflik, hingga penguatan prinsip keluarga sakinah. Kehadiran fasilitas digital membuat proses administrasi berjalan lebih rapi, cepat, dan minim kesalahan.
Transformasi digital yang dilakukan bukan sekadar proyek jangka pendek. KUA Selupu Rejang menargetkan bahwa berbagai layanan akan terus diarahkan menuju sistem yang terintegrasi dan semakin ramah teknologi. Ibnu Hajar memastikan bahwa digitalisasi akan terus diperluas demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. “Ke depan, kami ingin seluruh proses layanan berjalan lebih praktis tanpa mengurangi esensi bimbingan maupun kualitas pelayanan itu sendiri,” tegasnya.
Dengan langkah ini, KUA Selupu Rejang menunjukkan komitmen nyata untuk menghadirkan layanan publik yang adaptif, transparan, dan sesuai kebutuhan zaman, khususnya dalam mempersiapkan pasangan muda menuju kehidupan keluarga yang harmonis dan berkelanjutan.
(Okfa Muthmainnah/Edwinsya)Hastag : #kuaselupurejang #kuakeren #Kuakita #penyuluhagamabergerak #Penyuluhmenyala
From : KUA Selupu Rejang

.jpg)

