Penguatan Kurikulum Merdeka: MTs Nurul Kamal Hadirkan Tri Handayani, M.Pd dalam Workshop Implementasi Deep Learning Kurikulum Merdeka Berbasis Cinta
Rejang Lebong (HUMAS)---- Dalam upaya meningkatkan kompetensi guru serta memperkuat penerapan Kurikulum Merdeka di lingkungan madrasah, MTs Nurul Kamal menyelenggarakan Workshop Implementasi Deep Learning Kurikulum Merdeka Berbasis Cinta selama dua hari dari tanggal 8- 9 Desember 2025 dengan menghadirkan narasumber berpengalaman, Ibu Tri Handayani, M.Pd. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dewan guru dan berlangsung dalam suasana penuh antusiasme serta semangat untuk bertransformasi menuju pembelajaran yang lebih bermakna.(08/12)
Workshop ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang konsep deep learning, yaitu pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa tidak hanya memahami materi di permukaan, tetapi mengaitkan pengetahuan, menganalisis, mengevaluasi, hingga mampu memecahkan masalah secara kritis dan kreatif. Hal ini sejalan dengan tujuan Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pembelajaran yang fleksibel, berpusat pada siswa, serta membangun karakter dan kompetensi abad 21.
Sebagai narasumber utama, Tri Handayani, M.Pd, memaparkan berbagai strategi praktis yang dapat diterapkan guru di kelas, mulai dari penyusunan tujuan pembelajaran, perencanaan aktivitas berbasis deep learning, asesmen autentik, hingga pengelolaan kelas yang mendorong partisipasi aktif siswa. Ia juga memberikan contoh-contoh konkret penerapan pembelajaran mendalam melalui diskusi kelompok, projek kolaboratif, studi kasus, dan teknik bertanya tingkat tinggi (higher order questioning).
Dalam penyampaiannya, Ibu Tri Handayani menekankan bahwa deep learning bukan sekadar model atau metode, tetapi sebuah pendekatan untuk menuntun siswa agar benar-benar memahami konsep, membangun koneksi, dan mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi.
“Guru tidak hanya mengajar, tetapi memfasilitasi proses berpikir. Ketika siswa mampu menemukan makna dari setiap pembelajaran, saat itulah deep learning terjadi,” tegasnya.
Selama kegiatan berlangsung, para guru terlibat aktif dalam diskusi, simulasi pembelajaran, dan latihan menyusun perangkat ajar. Hal ini menunjukkan tingginya komitmen guru MTs Nurul Kamal untuk terus meningkatkan profesionalisme dan menghadirkan pembelajaran yang lebih bermutu bagi peserta didik.
Kepala MTs Nurul Kamal menyampaikan apresiasi kepada narasumber dan seluruh guru yang telah mengikuti workshop ini dengan sungguh-sungguh. Beliau berharap hasil kegiatan ini dapat segera diimplementasikan dalam proses pembelajaran di kelas, sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan serta karakter peserta didik.
Pelaksanaan workshop ini diharapkan menjadi langkah nyata MTs Nurul Kamal dalam memperkuat budaya belajar yang inovatif, reflektif, dan humanis—selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka dan kebutuhan pembelajaran masa kini.
(Santi Noviana/Prada Utama, S.I.Kom)Hastag : #ImplementasiDeepLearningKurikulumBerbasisCinta
From : MTs Nurul Kamal

.jpg)

