Bimluh di MT At-Taqwa, PAI KUA Curup Tengah Bahas Empat Amalan Agar Terhindar dari Bencana Alam
Rejang Lebong (Humas) — Penyuluh Agama Islam (PAI) dari Kantor Urusan Agama (KUA) Curup Tengah menggelar kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan Agama Islam (Bimluh) bagi jamaah Majelis Taklim (MT) At-Taqwa di Kelurahan Kampung Jawa, Kamis (11/12). Dalam kesempatan ini, materi utama yang disampaikan adalah empat amalan yang dianjurkan dalam Islam agar terhindar dari bencana alam, sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan pembinaan keagamaan bagi jamaah.
Kegiatan Bimluh KUA Curup Tengah di MT At-Taqwa merupakan salah satu upaya pembinaan agama yang rutin dilaksanakan di lingkungan masyarakat untuk memperkuat keimanan, meningkatkan pemahaman ajaran Islam, sekaligus memberi bekal spiritual dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Kegiatan sebelumnya juga menekankan nilai-nilai akhlak mulia dan pentingnya taqwa dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penyampaian materinya, PAI KUA Curup Tengah, Mariyati, S.Pd.I, menguraikan tentang amalan-amalan spiritual yang dianjurkan umat Islam untuk dipraktikkan sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Allah SWT dari segala bentuk musibah, termasuk bencana alam. Beberapa amalan tersebut mencakup memperbanyak istighfar (permohonan ampun), sedekah, zikir, serta bacaan doa perlindungan yang diajarkan Rasulullah SAW untuk memohon keselamatan dari musibah duniawi.
Istighfar dan sedekah disebut sebagai cara untuk membersihkan dosa serta mendekatkan diri kepada Allah, sementara zikir dan doa perlindungan menjadi doa spiritual yang diyakini bisa menjadi permohonan agar Allah SWT menjauhkan umat dari bahaya dan bencana. Beberapa bacaan doa yang dianjurkan dapat dibaca secara rutin, misalnya doa memohon perlindungan dari marabahaya dan bencana seperti yang diajarkan Rasulullah SAW.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari jamaah MT At-Taqwa yang terlihat antusias mengikuti arah penyampaian, berdiskusi, serta bertanya tentang cara mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari, terutama terkait kesiapsiagaan batin saat menghadapi ujian seperti bencana alam. Jamaah berharap materi semacam ini dapat terus dilaksanakan guna memperkuat iman dan memupuk kepedulian terhadap sesama.
Melalui kegiatan Bimluh ini, PAI KUA Curup Tengah berharap jamaah dapat menginternalisasi amalan-amalan keagamaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, serta terus meningkatkan kualitas ibadah sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam menghadapi cobaan serta menjaga keselamatan dan ketentraman ummat di tengah potensi bencana alam yang bisa terjadi kapan saja.
(Ebit Iswandi/Edwinsya)Hastag : #PenyuluhAgamaIslam#KUACurupTengah#Berdaya#
From : KUA Curup Tengah

.jpg)

