Berantas Buta Aksara Al-Qur’an, PAI KUA Curup Tengah Bina Lansia Mengaji di MT At-Taqwim
Rejang Lebong (Humas) - Upaya pemberantasan buta huruf Al-Qur’an di kalangan masyarakat lanjut usia terus digalakkan oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) dari Kantor Urusan Agama (KUA) Curup Tengah. Kali ini, kegiatan pembinaan membaca Al-Qur’an diberikan secara khusus kepada jamaah Majelis Taklim (MT) At-Taqwim, dengan fokus utama meningkatkan kemampuan lansia dalam membaca dan memahami Al-Qur’an secara benar dan bertahap, Kamis (11/12).
Program pembinaan ini merupakan salah satu bentuk tindak lanjut dari komitmen KUA dalam menangani buta aksara Al-Qur’an di wilayah Curup Tengah, terutama di kalangan lansia yang selama ini mungkin belum mendapatkan kesempatan belajar membaca Al-Qur’an di masa mudanya. Upaya semacam ini sejalan dengan upaya lembaga dan program Kemenag yang mendorong peningkatan literasi baca Al-Qur’an di semua segmen usia masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, para lansia diberikan bimbingan bertahap oleh PAI KUA Curup Tengah, Wawan Miharjo, S.Pd.I yang berpengalaman. Metode pengajaran dirancang sesuai kebutuhan peserta lansia, dengan langkah-langkah pelatihan membaca huruf hijaiyah, pengenalan tajwid dasar, serta tartil sederhana yang mudah dipahami. Melalui pendekatan yang sabar dan penuh empati, para peserta lansia terlihat antusias dan terus berusaha meningkatkan kemampuan mereka dalam membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Kepala KUA Curup Tengah, H. Bulkis, S.Th.I, MHI, menyatakan bahwa kegiatan pembinaan seperti ini bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an, tetapi juga untuk menginspirasi lansia agar terus aktif secara spiritual dan merasa dihargai sebagai bagian dari komunitas keagamaan. Dengan kemampuan membaca Al-Qur’an yang lebih baik, diharapkan lansia semakin dekat dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Salah seorang jamaah lansia yang mengikuti pembinaan menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan belajar membaca Al-Qur’an di majelis taklim. Menurutnya, kegiatan ini sangat berarti karena memberinya harapan baru untuk terus berinteraksi dengan Al-Qur’an meskipun di usia senja.
Melalui kolaborasi antara PAI KUA Curup Tengah dan MT At-Taqwim, program pembinaan membaca Al-Qur’an untuk lansia diharapkan dapat menjadi contoh pemberdayaan masyarakat yang holistik, menghadirkan kehidupan spiritual yang lebih inklusif dan memperkuat kecintaan terhadap kitab suci Al-Qur’an di seluruh lapisan masyarakat.
(Ebit Iswandi/Edwinsya)Hastag : #PenyuluhAgamaIslam#KUACurupTengah#Berdaya#
From : KUA Curup Tengah

.jpg)

