Asah Kompetensi Pasca-Apel: Penyuluh KUA Sindang Kelingi Perdalam Fikih Thaharah demi Syiar yang Berkualitas
Rejang
Lebong (Humas)
— Komitmen meningkatkan kualitas pembinaan umat terus ditunjukkan jajaran
penyuluh agama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sindang Kelingi. Senin pagi
(15/12), seusai pelaksanaan apel rutin, Aula KUA Sindang Kelingi disulap
menjadi ruang diskusi yang hidup dalam agenda Muhadharah Mingguan, wadah
penguatan kapasitas dan penyamaan persepsi para penyuluh sebelum terjun ke
masyarakat.
Kegiatan yang dipandu dengan
apik oleh Septian Eko Saputra
ini menghadirkan Slamet
Cahyadi Sani sebagai narasumber utama. Fokus pembahasan kali
ini mengangkat Fikih
Bab Thaharah (Bersuci), materi
fundamental yang menjadi kunci sah tidaknya ibadah setiap muslim.
Dalam paparannya, Slamet
Cahyadi Sani mengulas secara komprehensif sekaligus praktis metode penyampaian
materi bersuci yang mudah dipahami masyarakat awam. Mulai dari pembahasan jenis
dan ketentuan air, hingga tata cara bersuci yang benar sesuai tuntunan syariat,
disampaikan dengan pendekatan aplikatif agar mudah diterapkan dalam majelis
taklim desa.
Tidak berhenti pada
penyampaian materi, Muhadharah Mingguan ini juga dilanjutkan dengan sesi
diskusi strategis terkait kesiapan para penyuluh dalam mengisi kegiatan
keagamaan di wilayah binaan masing-masing. Di Kecamatan Sindang Kelingi,
terdapat lima penyuluh agama yang dikenal aktif dan militan di lapangan, yakni Slamet Cahyadi Sani, Septi
Arjuani, Sri Suarni, Susilawati, dan Anggi Oktavia. Kelimanya
tampak antusias saling bertukar pikiran, berbagi pengalaman, serta merumuskan
strategi dalam menjawab beragam pertanyaan jamaah dan isu-isu keagamaan yang
berkembang di tengah masyarakat.
Salah satu peserta diskusi
menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk menjaga kualitas dan
keseragaman materi dakwah. “Melalui Muhadharah ini, kami
ingin memastikan bahwa ilmu yang disampaikan di setiap majelis taklim
benar-benar akurat, mudah dipahami, dan solutif bagi permasalahan umat,”
ujarnya.
Melalui
persiapan internal yang matang dan berkelanjutan, KUA Sindang Kelingi berharap
kehadiran para penyuluh agama di tengah masyarakat tidak hanya memperkuat
pembinaan spiritual, tetapi juga memberi dampak positif bagi kehidupan sosial
dan keagamaan warga di desa-desa binaan.
Hastag : kua sindang kelingi
From : KUA S. Kelingi



.jpg)