Penyuluh Agama KUA Sindang Kelingi Belajar Budidaya Lele Demi Kemandirian Ekonomi Umat
Rejang Lebong (Humas) — Peran
penyuluh agama kini tidak lagi sebatas menyampaikan tausiyah dari atas mimbar.
Di Kecamatan Sindang Kelingi, dakwah mulai mengambil bentuk yang lebih membumi
melalui penguatan ekonomi umat. Hal ini ditunjukkan oleh Septi Arjuani,
S.Sos., Penyuluh Agama Islam KUA Sindang Kelingi, yang mengikuti
pelatihan intensif budidaya ikan lele di Balai Penyuluhan
Pertanian (BPP) Mojorejo, Kamis (18/12/2025).
Pelatihan tersebut menjadi
langkah nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor
perikanan darat yang relatif mudah diterapkan di lingkungan rumah tangga.
Dengan memanfaatkan teknologi sederhana namun efektif, budidaya lele dinilai mampu
menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga.
Pelatihan menghadirkan
narasumber Heni Susanti, S.Pi., dari Balai Riset Perikanan
Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan (BRPPUPP) Palembang, yang memaparkan
secara komprehensif teknik budidaya lele menggunakan kolam terpal. Metode
ini dipilih karena praktis, tidak memerlukan penggalian tanah, efisien untuk
lahan sempit, serta memudahkan pengawasan kualitas air dan kesehatan ikan.
Selain teknik pembuatan kolam,
peserta juga dibekali materi manajemen pakan yang tepat, pengendalian
kualitas air, serta strategi pencegahan penyakit guna meminimalkan
risiko kegagalan panen dan meningkatkan produktivitas.
Bagi Septi Arjuani, pelatihan
ini menjadi bekal penting dalam mengembangkan dakwah berbasis ekonomi
produktif. Ia berencana menularkan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat
binaannya, khususnya ibu-ibu Majelis Taklim.
“Harapannya, pengetahuan ini
bisa segera kami sampaikan kepada jamaah. Kami ingin ibu-ibu Majelis Taklim
memiliki peluang usaha dari rumah yang mudah dijalankan namun bernilai
ekonomi,” ujarnya.
Sinergi antara penyuluh agama
dan penyuluh perikanan ini diharapkan mampu melahirkan peluang usaha
mandiri bagi masyarakat Kecamatan Sindang Kelingi. Dakwah pun hadir dengan
wajah baru tidak hanya menyejukkan secara spiritual, tetapi juga solutif dalam
menjawab kebutuhan ekonomi umat.
Melalui kemandirian ekonomi
berbasis keluarga, masyarakat diharapkan semakin berdaya, sekaligus
berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan rumah tangga dan
kesejahteraan bersama.
Hastag : kua sindang kelingi
From : KUA S. Kelingi



.jpg)