Madrasah Mendunia Resmi Dimulai: MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong Terapkan Pembiasaan Bahasa Arab–Inggris
Rejang Lebong (Humas) — Komitmen MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong dalam mewujudkan Madrasah Mendunia kini resmi memasuki tahap implementasi nyata. Terhitung sejak Senin, 12 Januari 2026, program pembiasaan penggunaan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris secara resmi dimulai dan diterapkan di seluruh lingkungan madrasah.
Program ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan santri agar memiliki daya saing global tanpa meninggalkan jati diri keislaman dan nilai kepesantrenan. Implementasi awal ditandai dengan kebijakan bahwa setiap aktivitas sebelum pembelajaran dimulai, baik apel pagi, interaksi kelas, maupun komunikasi harian di lingkungan madrasah, menggunakan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris secara bergantian.
Pelaksanaan perdana program ini mendapat sambutan antusias dan semangat tinggi dari para santri. Terlihat jelas gairah belajar bahasa asing yang meningkat, diiringi rasa percaya diri santri dalam mencoba berkomunikasi menggunakan Bahasa Arab dan Inggris, meskipun masih dalam tahap pembiasaan. Para guru pun turut aktif menjadi teladan, pendamping, dan motivator dalam menciptakan lingkungan bahasa yang hidup dan menyenangkan.
Program Madrasah Mendunia ini tidak hanya dimaknai sebagai penguatan kompetensi bahasa, tetapi juga sebagai pembentukan karakter santri yang berani, terbuka, dan siap berinteraksi di level nasional maupun internasional. Lingkungan madrasah secara bertahap diarahkan menjadi bi’ah lughawiyah (lingkungan berbahasa) yang mendukung tumbuhnya budaya akademik modern berbasis nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.
Kepala MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, Dedi Priyanto, S.E., Gr, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari visi besar madrasah dalam menjawab tantangan zaman.
“Program Madrasah Mendunia melalui pembiasaan Bahasa Arab dan Inggris ini bertujuan menyiapkan santri agar tidak hanya unggul secara spiritual dan akademik, tetapi juga memiliki keterampilan komunikasi global. Kami ingin santri Darul Ma’arif NU percaya diri berbicara, berpikir terbuka, dan siap bersaing di masa depan.”
Ia menambahkan bahwa program ini dirancang berkelanjutan, bertahap, dan adaptif, dengan penguatan regulasi, pendampingan guru, serta evaluasi rutin agar budaya berbahasa benar-benar mengakar dalam kehidupan madrasah.
“Ini bukan program sesaat, tetapi ikhtiar jangka panjang. Dengan konsistensi dan kebersamaan seluruh warga madrasah, kami optimis MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong akan benar-benar menjadi madrasah yang mendunia, berakhlak ahlussunnah, dan berprestasi sepenuh jiwa,” pungkasnya.
Pelaksanaan hari perdana ini menjadi tonggak awal transformasi budaya madrasah, menegaskan bahwa MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong terus bergerak maju, berinovasi, dan berkomitmen menghadirkan pendidikan Islam yang relevan dengan kebutuhan global.
(Amanatus Saniah/Prada Utama, S.I.Kom)Hastag : #MadrasahMendunia #BahasaArabInggris #Bi'ahLughawiyah #MADarulMaarifNU #SantriBerdayaSaing #PesantrenModern #BerakhlakAhlussunnah #BerprestasiSepenuhJiwa
From : MA Darul Maarif NU

.jpg)

.jpg)