RISMA At-Tariyat MTS Tarbiyah Air Rambai Gelar Pengajian Rutin, Edukasi Remaja Bahaya Pernikahan Dini
Rejang
Lebong (Humas)
— Remaja Islam Masjid (RISMA) At-Tariyat MTS Tarbiyah Air Rambai kembali
menggelar pengajian rutin dengan suasana khidmat dan penuh antusiasme. Kegiatan
ini merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan yang dilaksanakan
oleh Penyuluh Agama Islam KUA Curup, Oli Sholihat, S.Ag., yang selama ini menjadi pembina
tetap RISMA At-Tariyat. (03/02)
Pada pertemuan kali ini,
pengajian mengangkat tema “Bahaya Pernikahan Dini dan Dampaknya terhadap Masa Depan Remaja”,
sebuah topik yang dinilai sangat relevan dengan kondisi sosial remaja saat ini.
Para siswa tampak antusias menyimak materi yang disampaikan dengan bahasa yang
komunikatif, mudah dipahami, dan sarat pesan moral.
Dalam pemaparannya, Oli
Sholihat menegaskan bahwa pernikahan dini tidak hanya berkaitan dengan usia,
tetapi juga menyangkut kesiapan mental, emosional, kesehatan reproduksi, serta
kesiapan ekonomi.
“Remaja perlu memahami bahwa
masa muda adalah masa belajar dan mempersiapkan masa depan. Jangan sampai
pernikahan dini justru menghambat pendidikan dan cita-cita. Islam mengajarkan
kita untuk menjaga diri dan mempersiapkan kehidupan sebaik mungkin,” tuturnya.
Ia juga memaparkan sejumlah
contoh kasus nyata yang terjadi di masyarakat sebagai bahan refleksi, sekaligus
menekankan pentingnya edukasi pernikahan sejak usia remaja agar mereka memiliki
pemahaman yang utuh dan bertanggung jawab.
Kepala MTS Tarbiyah Air
Rambai, Yonis, S.Pd.,
menyampaikan apresiasi atas konsistensi pembinaan keagamaan yang dilakukan oleh
KUA Curup melalui pengajian RISMA.
“Kami sangat berterima kasih
kepada KUA Curup, khususnya kepada Ibu Oli Sholihat yang secara rutin membina
RISMA. Materi tentang bahaya pernikahan dini ini sangat penting untuk membentuk
pola pikir siswa agar fokus pada pendidikan dan pengembangan diri terlebih
dahulu,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa
pihak sekolah akan terus mendukung program keagamaan dan pembinaan moral
sebagai bagian dari upaya membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia.
Selama kegiatan berlangsung,
para anggota RISMA terlihat aktif bertanya dan berdiskusi, mencerminkan
tingginya minat serta kepedulian mereka terhadap isu yang dibahas. Pengajian
ditutup dengan doa bersama dan pesan motivasi agar para remaja senantiasa
menjaga akhlak, menjauhi pergaulan negatif, serta memprioritaskan pendidikan
sebelum memikirkan pernikahan.
Melalui kegiatan ini, KUA
Curup melalui para penyuluh agama meneguhkan komitmennya untuk terus menghadirkan
tema-tema edukatif dan melakukan pembinaan berkelanjutan, guna mencetak
generasi muda Islam yang tangguh, berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi
tantangan zaman.
Hastag : #KUAhebat #KUAkeren #Penyuluhbergerak
From : KUA Curup



.jpg)