Tangis Bahagia Iringi Akad Nikah, Penghulu: “Itu Doa Paling Tulus”
Rejang Lebong (Humas) — Suasana akad nikah mendadak berubah haru ketika orang tua pengantin tidak mampu menahan tangis usai lantunan ijab kabul diucapkan dengan lancar. Ruangan yang semula tegang seketika dipenuhi air mata kebahagiaan saat penghulu menyatakan kata yang paling ditunggu: “Sah!”
Sang
ayah spontan menutup wajah menahan haru, sementara ibunda memeluk putrinya
erat. Getaran emosi itu menular kepada para tamu yang hadir. Banyak di antara
mereka ikut menyeka air mata, larut dalam suasana sakral dan penuh cinta.
Tangis
kedua orang tua bukan sekadar luapan perasaan, melainkan ungkapan syukur atas
perjalanan panjang membesarkan dan mendidik anak hingga memasuki gerbang
kehidupan rumah tangga.
“Seperti
baru kemarin kami melihatnya belajar berjalan… kini dia mengucap ijab kabul
sebagai seorang laki-laki dewasa. MasyaAllah, ini haru yang tak bisa
digambarkan,” ucap ayah mempelai dengan suara lirih.
Pelukan
hangat, kecupan tangan, serta permohonan restu dari kedua mempelai membuat
momen semakin dalam dan menyentuh. Doa-doa mengalir pelan, mengiringi langkah
awal kehidupan baru pasangan tersebut.
Penghulu
yang memimpin prosesi, Ramadan,
menyampaikan bahwa setiap akad memiliki kisah tersendiri, namun tangis orang
tua selalu menjadi tanda kuatnya doa dan restu.
“Setiap
akad memiliki kisahnya sendiri, tetapi ketika orang tua menangis seperti ini,
saya yakin pernikahan tersebut penuh keberkahan. Tangis mereka adalah doa yang
paling tulus,” ungkapnya usai prosesi.
Ia
menambahkan bahwa pernikahan bukan hanya penyatuan dua insan, tetapi juga
penyatuan dua keluarga yang saling menerima dan meridai. Kehangatan yang
tercipta dalam prosesi tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh yang
hadir, menjadikannya salah satu akad paling emosional dan tak terlupakan.
Hastag : #Kuahebat#Kuakeren#KUAKecamatanCurup
From : KUA Curup



