Kepala MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong Sampaikan Tausiah Malam Ke-7 Ramadhan di Mushola Miftahul Huda
Rejang Lebong (Humas) — Suasana
malam ke-7 Ramadhan terasa begitu khidmat di Mushola Miftahul Huda.
Jamaah memadati mushola untuk melaksanakan shalat Isya dan Tarawih berjamaah,
yang kemudian dilanjutkan dengan tausiah oleh Kepala Madrasah Aliyah (MA) Darul
Ma’arif NU Rejang Lebong, Dedi Priyanto, S.E., Gr. (25/02)
Dalam tausiahnya yang
bertema “Makna Bulan Ramadhan dalam Habluminallah, Habluminannas, dan
Habluminal ‘Alam”, beliau menyampaikan bahwa Ramadhan adalah momentum
transformasi diri yang menyentuh tiga dimensi kehidupan manusia.
Beliau menegaskan bahwa puasa
bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi latihan spiritual untuk
memperkuat hubungan vertikal kepada Allah SWT.
“Ramadhan adalah madrasah
ruhani. Di sinilah kita ditempa untuk lebih disiplin dalam shalat, lebih dekat
dengan Al-Qur’an, dan lebih bersungguh-sungguh dalam berdoa. Jangan sampai
Ramadhan berlalu tanpa perubahan kualitas iman,” ujar beliau di hadapan jamaah.
Beliau juga mengajak masyarakat
untuk menjadikan malam-malam Ramadhan sebagai ruang muhasabah, memperbanyak
istighfar, dan memperbaiki niat dalam setiap amal.
Dalam dimensi sosial, beliau
mengingatkan bahwa kesalehan pribadi harus sejalan dengan kesalehan sosial.
Puasa melatih empati terhadap kaum dhuafa, melatih kesabaran dalam berinteraksi,
dan menjaga lisan dari perkataan yang menyakiti.
“Ramadhan mengajarkan kita
untuk tidak hanya menjadi hamba yang taat kepada Allah, tetapi juga menjadi
manusia yang bermanfaat bagi sesama. Senyum, maaf, sedekah, dan silaturahmi
adalah bagian dari ibadah,” tambahnya.
Beliau juga menekankan
pentingnya menjaga persatuan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menjadikan
Ramadhan sebagai momentum memperbaiki hubungan yang sempat renggang.
Tidak kalah penting, beliau
mengangkat dimensi hubungan manusia dengan alam. Menurutnya, sebagai khalifah
di muka bumi, umat Islam memiliki tanggung jawab menjaga kelestarian
lingkungan.
“Jangan sampai kita rajin
beribadah tetapi abai terhadap kebersihan dan kelestarian alam. Ramadhan juga
mengajarkan kesederhanaan dan tidak berlebih-lebihan dalam konsumsi,” tegasnya.
Beliau mengajak jamaah untuk
menjaga kebersihan mushola, lingkungan sekitar, serta membiasakan hidup
sederhana sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai Ramadhan.
Menutup tausiahnya, Kepala MA
Darul Ma’arif NU Rejang Lebong tersebut mengajak seluruh jamaah untuk
menjadikan Ramadhan sebagai titik balik perubahan diri.
“Mari kita jadikan Ramadhan
tahun ini lebih bermakna. Jika sebelum Ramadhan kita biasa-biasa saja dalam
ibadah, maka setelah Ramadhan kita harus luar biasa dalam kebaikan.”
Tausiah berlangsung penuh
kekhusyukan dan ditutup dengan doa bersama agar seluruh jamaah diberikan
kekuatan untuk menuntaskan ibadah Ramadhan dengan istiqamah dan penuh
keberkahan.
Hastag : #RamadhanBermakna #TigaHubungan #MA_DarulMaarifNU #TausiahRamadhan #BerkahRamadhan
From : MA Darul Maarif NU


.jpg)
.jpg)