Belajar dari Hewan: Kepala KUA Curup Kupas Empat Model Keluarga dalam Kultum Tarawih
Rejang Lebong (Humas) – Suasana
sebelum salat tarawih di salah satu masjid di Kecamatan Curup terasa berbeda
dari biasanya. Kepala KUA Curup, H. Suryono, S.Ag., M.Pd., menyampaikan kultum
dengan pendekatan yang unik dan mudah dipahami: menggambarkan empat bentuk
keluarga melalui perilaku hewan, lalu mengaitkannya dengan realitas kehidupan
rumah tangga manusia. (25/02)
Kultum yang berlangsung di
wilayah Rejang Lebong ini mendapat perhatian penuh dari jamaah. Penyampaian
yang sederhana namun sarat makna membuat pesan yang disampaikan terasa dekat
dengan kehidupan sehari-hari.
1. Keluarga Burung Puyuh:
Tanggung Jawab Terbalik
Beliau menjelaskan bahwa burung
puyuh dikenal memiliki pola di mana pejantan lebih dominan mengurus telur,
sementara betina kurang berperan.
“Fenomena ini kadang terjadi
juga dalam keluarga manusia. Ada suami yang mengambil alih sebagian besar peran
rumah tangga sementara istri kurang terlibat. Dalam Islam, pembagian tugas
boleh fleksibel, tetapi tidak boleh kehilangan keseimbangan dan saling
meninggalkan tanggung jawab,” jelasnya.
2. Keluarga Ayam: Istri
Berkorban, Suami Lalai
Pada keluarga ayam, induk
betina setia mengerami telur, sedangkan ayam jantan kerap pergi dan tidak fokus
pada satu pasangan.
Analogi ini menggambarkan sosok
suami yang kurang bertanggung jawab.
“Rumah tangga tidak akan
menghadirkan ketenangan jika satu pihak berjuang sendirian sementara yang lain
lalai,” tegasnya di hadapan jamaah.
3. Keluarga Itik: Sama-Sama
Cuek
Berbeda lagi dengan itik, yang
cenderung kurang menunjukkan perhatian penuh terhadap telur maupun anaknya.
Beliau mengaitkan hal ini
dengan keluarga yang:
- sibuk
dengan urusan pribadi,
- minim
perhatian pada pendidikan anak,
- serta
membiarkan tumbuh kembang anak tanpa bimbingan.
“Jika orang tua sama-sama
lalai, anaklah yang menjadi korban. Keluarga seperti ini akan kehilangan arah,”
ujarnya.
4. Keluarga Merpati: Model
Ideal
Sebagai penutup, beliau
menyampaikan contoh keluarga merpati yang dikenal kompak dan saling mendukung.
Betina mengerami telur dengan setia, sementara jantan mencari makan dan menjaga
pasangannya.
“Inilah gambaran keluarga
ideal. Kolaborasi, bukan kompetisi. Saling menguatkan dan menutupi kekurangan.
Inilah model rumah tangga yang seharusnya kita wujudkan,” ungkapnya.
Dalam penutup kultum, H.
Suryono mengajak jamaah untuk merenung dan memilih model keluarga yang ingin
dibangun.
“Hewan saja punya pola
kehidupan. Kita sebagai manusia yang diberi akal dan iman seharusnya memilih
menjadi keluarga merpati keluarga yang saling mendukung, menjaga amanah Allah,
dan membangun rumah tangga penuh tanggung jawab.”
Kultum tersebut meninggalkan
kesan mendalam bagi jamaah. Analogi yang sederhana namun reflektif itu menjadi
cermin bagi setiap keluarga untuk terus memperbaiki diri demi mewujudkan rumah
tangga yang harmonis dan penuh keberkahan.
Hastag : #Kuahebat#Kuakeren#KUAKecamatanCurup
From : KUA Curup


.jpg)
.jpg)