Cahaya Ramadhan: Menguatkan Iman, Ilmu, dan Kebersamaan di Darul Ma’arif NU Rejang Lebong
Rejang Lebong (Humas) — Bulan suci Ramadhan selalu menghadirkan cahaya keberkahan bagi umat Islam. Di lingkungan Pondok Pesantren Darul Ma’arif Nahdlatul Ulama Rejang Lebong, Ramadhan bukan sekadar momentum ibadah tahunan, tetapi menjadi ruang pendidikan ruhani yang memperkuat iman, memperdalam ilmu, dan menumbuhkan kebersamaan seluruh keluarga besar pesantren.
Sejak terbit fajar, suasana pondok telah dipenuhi lantunan ayat suci Al-Qur’an. Santri bangun untuk sahur bersama, dilanjutkan dengan shalat Subuh berjamaah dan tadarus pagi. Cahaya Ramadhan terasa menyinari setiap sudut asrama dan ruang belajar. Dalam kebersahajaan, para santri belajar tentang makna kesabaran, kedisiplinan, dan keikhlasan.
Ramadhan di pesantren juga menjadi momentum penguatan pendidikan formal. Di bawah naungan Madrasah Aliyah Darul Ma’arif Nahdlatul Ulama Rejang Lebong serta Madrasah Diniyah Takmiliyah, para santri tetap menjalankan aktivitas pembelajaran dan asesmen akademik dengan penuh tanggung jawab. Puasa tidak menjadi penghalang untuk berprestasi, justru menjadi energi spiritual untuk belajar lebih sungguh-sungguh dan jujur dalam setiap proses.
Cahaya Ramadhan di Darul Ma’arif NU tidak hanya tampak dalam ibadah mahdhah seperti shalat dan tadarus, tetapi juga dalam akhlak dan kebersamaan. Guru dan santri berbuka puasa bersama, saling berbagi, serta memperbanyak doa agar setiap aktivitas bernilai ibadah. Momentum ini menjadi pengingat bahwa pendidikan sejati adalah perpaduan antara kecerdasan intelektual dan kekuatan spiritual.
Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah, Ustadz Jamil Setiawan, S.Pd, menyampaikan bahwa Ramadhan adalah madrasah kehidupan yang sesungguhnya.
“Ramadhan mengajarkan kita untuk menata hati, menjaga lisan, dan memperbaiki niat. Di pesantren ini, kami ingin memastikan bahwa setiap santri tidak hanya memahami ilmu agama secara teori, tetapi benar-benar merasakan nilai-nilai Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Beliau berharap cahaya Ramadhan mampu melahirkan generasi yang kuat dalam aqidah, luas dalam ilmu, dan lembut dalam akhlak.
Senada dengan itu, Kepala Madrasah Aliyah Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, Dedi Priyanto, S.E.Gr, menyampaikan bahwa suasana Ramadhan tahun ini menjadi penguat semangat seluruh civitas akademika.
“Ramadhan adalah momentum refleksi dan perbaikan diri. Di tengah aktivitas belajar dan evaluasi akademik, kita diajak untuk tetap menjaga kualitas ibadah. Semoga Ramadhan ini membawa keberkahan, melapangkan hati para santri dalam menuntut ilmu, serta menjadikan Darul Ma’arif NU sebagai lembaga yang terus tumbuh dalam cahaya iman dan ilmu,” tuturnya.
Dengan semangat Ahlussunnah wal Jama’ah, seluruh rangkaian kegiatan Ramadhan di Pondok Pesantren Darul Ma’arif Nahdlatul Ulama Rejang Lebong menjadi bukti bahwa cahaya Ramadhan bukan hanya dirasakan secara personal, tetapi tumbuh menjadi energi kolektif. Energi yang menguatkan ibadah, meneguhkan perjuangan pendidikan, dan menanamkan nilai kebersamaan yang mendalam.
(Amanatus Saniah/Edwinsya)Hastag : #CahayaRamadhan #DarulMaarifNU #PesantrenBerkah#MAdarulmaarifnu
From : MA Darul Maarif NU


.jpg)
.jpg)