Kepala KUA Curup Berikan Tausiah kepada Ibu-Ibu BKMT: “Menjaga Lisan Adalah Kunci Kesempurnaan Puasa”
Rejang Lebong (Humas) — Kepala KUA Curup, H. Suryono, S.Ag., M.Pd., memberikan tausiah pembinaan kepada Ibu-Ibu BKMT Kecamatan Curup dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan dan meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat. (27/02)
Acara ini berlangsung dengan khidmat dan penuh kekeluargaan, dihadiri puluhan jamaah BKMT yang sangat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperdalam pemahaman tentang adab berpuasa, khususnya terkait
Dalam tausiahnya, H. Suryono menekankan bahwa puasa memiliki dimensi akhlak yang sangat besar. Tidak hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari perbuatan dan ucapan yang dapat merusak pahala puasa.
“Menjaga lisan adalah bagian dari menjaga kesucian puasa. Banyak orang berpuasa, tetapi hanya mendapatkan lapar dan dahaga karena tidak mampu mengendalikan lisannya. Mulut kita harus dijaga dari ghibah, fitnah, ucapan kotor, dan perkataan yang menyakiti,” tegas Kepala KUA.
Beliau juga mengingatkan bahwa lisan adalah amanah yang harus dijaga, terlebih pada bulan Ramadan yang penuh keberkahan. Setiap kata yang keluar akan dicatat, dan setiap ucapan yang baik akan bernilai ibadah.
Suasana tausiah berjalan dengan hangat. Para peserta tampak khidmat mendengarkan dan sesekali mencatat poin-poin penting yang disampaikan. Banyak di antara mereka yang merasakan bahwa materi ini sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari.
“Kami sangat senang karena bisa mendapatkan ilmu langsung dari Kepala KUA Curup. Pesan tentang menjaga lisan sangat menyentuh, apalagi di bulan Ramadan,” kata salah satu anggota BKMT seusai kegiatan.
Para ibu-ibu juga berharap kegiatan pembinaan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin karena sangat membantu dalam memperbaiki akhlak dan kualitas ibadah.
Di akhir penyampaian, H. Suryono mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai madrasah kehidupan. Bulan suci ini bukan semata ritual, tetapi tempat seorang muslim melatih hati dan lisannya agar lebih bersih.
“Semoga kita semua dapat menjalani Ramadan dengan penuh kesadaran, tidak hanya menahan lapar, tetapi benar-benar menjaga hati dan lisan. Jika lisan baik, maka baik pula seluruh anggota tubuh,” tutup beliau.
Kegiatan tausiah ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk perjalanan ibadah Ramadan tahun ini. Dengan menjaga lisan, memperbanyak amal saleh, serta meningkatkan kesadaran diri, umat muslim dapat menjalani puasa dengan hati yang lebih tenang dan ibadah yang lebih sempurna.
Semoga kegiatan seperti ini terus berjalan dan menjadi bagian dari upaya KUA Curup dalam membina masyarakat menuju kehidupan beragama yang lebih damai, santun, dan berakhlak mulia.
(Nur Ranni/Edwinsya)Hastag : #Kuahebat#Kuakeren#KUAKecamatanCurup
From : KUA Curup


.jpg)
.jpg)