Penghulu KUA Curup Gaungkan Ramadan sebagai Bulan Maghfirah dan Pembersih Jiwa
Rejang
Lebong (Humas) — Aula KUA Curup kembali dipenuhi suasana religius pada Senin
(02/03/2026). Dalam momentum Ramadan yang penuh keberkahan, Penghulu KUA Curup,
Drs. Ramadan, menyampaikan pesan mendalam tentang makna Ramadan sebagai bulan maghfirah bulan yang dipenuhi
limpahan ampunan dan kesempatan memperbaiki diri.
Dengan
penyampaian yang tenang namun mengena, beliau berhasil menghidupkan kembali
semangat jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum perubahan total dalam
kehidupan.
Dalam
tausiahnya, Drs. Ramadan menyampaikan pesan yang menyentuh hati:
“Ramadan
adalah hadiah besar dari Allah. Di bulan ini, Allah membukakan pintu maghfirah
seluas-luasnya. Jangan biarkan hari-hari Ramadan berlalu tanpa taubat, tanpa
istighfar, dan tanpa perubahan diri. Bersihkan hati, benahi akhlak, dan jadikan
Ramadan sebagai titik balik kehidupan kita.”
Beliau
menegaskan bahwa maghfirah bukan sekadar kata, melainkan energi spiritual yang
mampu membentuk pribadi muslim menjadi lebih lembut, lebih kuat, dan lebih
dekat kepada Allah SWT.
Dalam
pemaparannya, ia merangkum makna terbesar Ramadan dalam tiga hal utama:
1.
Penyucian Jiwa dan Pembentukan Akhlak
“Puasa
bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi menahan lidah dari keburukan dan
menahan hati dari dengki.”
2.
Momentum Taubat dan Memperbanyak Istighfar
Setiap
malam Ramadan adalah kesempatan kembali kepada Allah.
“Barang siapa ingin diampuni, maka Ramadan adalah pintu emasnya.”
3.
Menghidupkan Kepedulian Sosial
Ramadan
mengajarkan empati melalui berbagi kepada yang membutuhkan, sehingga tumbuh
rasa persaudaraan dan solidaritas di tengah masyarakat.
Kepala
KUA Curup, H. Suryono, S.Ag., M.Pd., turut menyampaikan apresiasi atas tausiah
yang disampaikan.
“Pesan
yang disampaikan Penghulu sangat relevan. Ramadan adalah jembatan menuju
ampunan dan kesempatan memperbaiki diri. Kami berharap masyarakat Curup
benar-benar memanfaatkan bulan mulia ini,” ujarnya.
Tausiah
tersebut sukses menggugah jamaah untuk menjadikan Ramadan bukan sekadar
rutinitas ibadah, tetapi sebagai ruang refleksi dan transformasi diri. Ramadan
adalah tempat kembali, tempat memohon ampunan, tempat menyucikan hati, dan
tempat mengokohkan akhlak.
Hastag : #Kuahebat#Kuakeren#KUAKecamatanCurup
From : KUA Curup


.jpg)
.jpg)