Praktik Mengkafani Jenazah, Siswa Kelas IX MTs Muhammadiyah Curup Belajar Fardhu Kifayah Secara Langsung
Rejang
Lebong (Humas)
– Suasana khidmat menyelimuti kelas IX MTs Muhammadiyah Curup dalam
mata pelajaran Fiqih. Bukan sekadar teori di atas kertas, para siswa
berkesempatan menyaksikan sekaligus mempraktikkan langsung tata cara mengkafani
jenazah, salah satu kewajiban umat Islam terhadap sesamanya. (04/03)
Kegiatan ini bertujuan
membekali siswa dengan pemahaman mendalam mengenai pengurusan jenazah secara
syar’i, sebuah keterampilan sosial-religius yang sangat dibutuhkan di tengah
masyarakat. Praktik diawali dengan pengenalan alat dan bahan yang diperlukan,
seperti kain kafan, kapas, wewangian (kapur barus atau parfum non-alkohol),
serta tali pengikat.
Di bawah bimbingan guru
Fiqih, siswa diperlihatkan langkah-langkah sistematis dalam proses mengkafani,
mulai dari pemotongan kain sesuai ukuran, penempatan tali pengikat, adab
menutup aurat jenazah, hingga teknik membungkus agar rapi dan kuat.
Para siswa tampak serius
memperhatikan setiap detail, termasuk cara membuat simpul tali yang tepat. Guru
pengampu menjelaskan bahwa praktik ini tidak hanya mengajarkan aspek teknis,
tetapi juga menjadi pengingat akan kematian serta pentingnya menjaga adab dan
rasa hormat terhadap jenazah.
“Keterampilan mengkafani ini
adalah bagian dari fardhu kifayah. Kami ingin lulusan MTs Muhammadiyah Curup
tidak canggung jika suatu saat dibutuhkan oleh masyarakat atau keluarga untuk
membantu mengurus jenazah sesuai syariat yang benar,” ungkapnya di sela-sela
praktik.
Beberapa siswa mengaku
awalnya merasa sedikit takut mengikuti praktik tersebut. Namun, setelah
memahami tahap demi tahap prosesnya, mereka merasa lebih percaya diri.
“Ternyata ada teknik khusus
agar kainnya kuat dan rapi. Selama ini hanya melihat dari jauh, sekarang jadi
tahu cara memotong kain dan posisi talinya,” ujar salah satu siswa kelas IX.
Kepala MTs Muhammadiyah Curup
memberikan apresiasi terhadap metode pembelajaran praktik ini. Menurutnya,
madrasah harus menjadi garda terdepan dalam menjaga tradisi keilmuan Islam yang
tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif dalam kehidupan nyata.
Kegiatan ditutup dengan sesi
tanya jawab mengenai kendala yang sering ditemui di lapangan saat pengurusan
jenazah, serta doa bersama agar seluruh keluarga besar madrasah senantiasa
diberi keistiqamahan dalam beribadah.
Melalui
praktik ini, MTs Muhammadiyah Curup kembali menegaskan komitmennya dalam
membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap
berperan aktif dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Hastag : #MTsmuhammadiyahcurup
From : MTs Muhammadiyah



.jpg)