Tarawih Ramadhan di Masjid Al-Hijaz, Generasi Muda Didorong Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW
Rejang
Lebong (Humas) – Suasana malam Ramadan di Masjid
Al-Hijaz, Desa Lubuk Alai, Sabtu (28/02) pukul 20.30 WIB, terasa
berbeda. Lantunan ayat suci menggema syahdu, sementara saf-saf jamaah dipenuhi
masyarakat, terutama kalangan generasi muda yang antusias mengikuti rangkaian
Sholat Tarawih dan Tadarus Al-Qur’an.
Kegiatan tersebut dipandu
oleh Alam Nuari, S.Kom.I selaku Penyuluh Agama Islam. Selain mengimami dan
membersamai tadarus, ia juga menyampaikan kultum bertema pentingnya generasi
muda mengenal serta meneladani sifat dan sikap Nabi
Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam tausiyahnya, Alam
menekankan bahwa keteladanan Rasulullah merupakan fondasi utama pembentukan
karakter. Sifat sabar, jujur, amanah, dan tanggung jawab, menurutnya, menjadi
bekal penting dalam menghadapi tantangan zaman, terlebih di bulan Ramadan yang
sarat ujian dan godaan.
“Generasi muda harus
menjadikan Rasulullah sebagai role model. Kesabaran, akhlak mulia, dan komitmen
beliau dalam berdakwah adalah penguat iman, terutama di bulan Ramadan yang
penuh ujian,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Ia juga mengingatkan agar
para remaja mampu membentengi diri dari pengaruh gaya hidup yang tidak selaras
dengan nilai-nilai Islam. Fenomena hedonisme dan penggunaan media sosial tanpa
kontrol, katanya, dapat mengikis nilai spiritual jika tidak disikapi dengan
bijak. Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk selektif dalam pergaulan dan
aktif mengisi waktu dengan kegiatan positif serta bernilai ibadah.
Apresiasi datang dari Nata
Kusuma, Imam Desa Lubuk Alai. Ia menilai kehadiran penyuluh agama di tengah
masyarakat pada momentum Ramadan menjadi ruang pembinaan mental dan spiritual
yang sangat efektif, khususnya bagi anak-anak dan remaja desa.
“Kegiatan seperti ini sangat
bermanfaat untuk membina mental dan spiritual generasi muda agar tumbuh dengan
pemahaman agama yang kuat dan menyeluruh,” ujarnya.
Usai kultum, suasana masjid
semakin semarak. Sejumlah siswa SD, SMP, hingga SMA tampak bersemangat
menghampiri penceramah untuk meminta tanda tangan sebagai bukti kehadiran yang
akan dikumpulkan kepada guru masing-masing. Pemandangan ini menjadi potret
indah sinergi antara pendidikan formal dan pembinaan keagamaan di tengah
masyarakat.
Melalui
kegiatan Tarawih, Tadarus, dan pembinaan singkat tersebut, diharapkan lahir
generasi muda yang tidak hanya rajin beribadah, tetapi juga berakhlak mulia,
berilmu, serta menjadikan keteladanan Rasulullah sebagai kompas dalam menapaki
kehidupan.
Hastag : Kemenagrejanglebongkuasindangbelitiulu
From : KUA S. Beliti Ulu



.jpg)