Santri dan Dewan Asatidz Darul Ma’arif NU Rejang Lebong Turut Bertakziah, Wujud Kebersamaan dengan Masyarakat Tasik Malaya
Rejang
Lebong (Humas)
– Kebersamaan dan rasa kekeluargaan antara Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU
Rejang Lebong dengan masyarakat Desa Tasik Malaya kembali terlihat dalam
suasana duka atas wafatnya almarhumah Ibu Nuryatini binti Kardi, orang tua dari
Kepala Desa Tasik Malaya, Antoni.
Dalam suasana haru yang
menyelimuti rumah duka, para santri hadir bersama pembina, dewan guru diniyah,
serta jajaran pendidik pesantren untuk menyampaikan takziah dan doa. Rombongan
pesantren juga dihadiri oleh Kepala MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, sebagai bentuk
empati dan penghormatan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kegiatan takziah berlangsung
khidmat melalui majelis doa bersama. Lantunan ayat suci Al-Qur’an dan doa
dipanjatkan dengan penuh harap agar almarhumah diampuni segala dosa dan
khilafnya, diterima amal ibadahnya, dilapangkan kuburnya, serta ditempatkan di
sisi Allah SWT dalam keadaan husnul khatimah.
Bagi keluarga besar
pesantren, Desa Tasik Malaya bukanlah wilayah yang asing. Selain berbatasan
langsung dengan lingkungan Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong,
masyarakat desa tersebut juga telah lama menjadi bagian dari keluarga besar
pesantren. Ikatan sosial, pendidikan, dan keagamaan yang terjalin selama ini
membuat momen takziah terasa begitu dekat dan penuh makna.
Kepala MA Darul Ma’arif NU
Rejang Lebong menyampaikan bahwa kehadiran santri dan para guru bukan sekadar
formalitas, melainkan wujud nyata pendidikan akhlak yang selama ini ditanamkan
di lingkungan pesantren.
“Kami hadir bukan hanya sebagai
lembaga pendidikan, tetapi sebagai keluarga. Pesantren dan masyarakat Tasik
Malaya adalah satu kesatuan yang saling menguatkan. Semoga kebersamaan ini
menjadi penguat bagi keluarga yang ditinggalkan sekaligus pengingat bagi kita
semua untuk terus menjaga silaturahmi,” ujarnya.
Kegiatan takziah ini menjadi
cerminan bahwa pendidikan di pesantren tidak hanya berlangsung di dalam ruang
kelas, tetapi juga melalui teladan langsung dalam kehidupan bermasyarakat.
Nilai-nilai empati, kepedulian, serta kebersamaan dalam suka maupun duka
menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter para santri.
Hastag : TakziahBersama #DarulMaarifPeduli #SantriBersamaMasyarakat #UkhuwahIslamiyah #MAdarulmaarifnu
From : MA Darul Maarif NU



.jpg)