Kultum Ramadhan Kepala MA Darul Maarif NU Rejang Lebong: Zakat, Makna Iman dan Keberkahan dalam Kehidupan
Rejang Lebong (Humas) - Suasana malam tarawih di tengah masyarakat berlangsung khidmat ketika Kepala MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong menyampaikan kultum Ramadhan dengan tema “Zakat: Memberi Makna dan Keberkahan Iman.” (05/03)
Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa bulan Ramadhan bukan hanya momentum menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi waktu terbaik untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan ibadah sosial, khususnya zakat.
Beliau menjelaskan bahwa selama ini sebagian masyarakat lebih mengenal zakat hanya sebatas zakat fitrah yang ditunaikan menjelang Idul Fitri. Padahal, zakat dalam Islam memiliki cakupan yang lebih luas dan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan iman serta pembersihan harta.
“Ramadhan adalah bulan pendidikan iman. Kita tidak hanya belajar sabar, tetapi juga belajar peduli. Zakat bukan sekadar kewajiban tahunan saat Idul Fitri, melainkan bentuk ketaatan yang memiliki dimensi sosial dan keberkahan yang besar,” ungkap beliau dalam kultumnya.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa selain zakat fitrah, terdapat zakat mal yang wajib ditunaikan apabila telah mencapai nisab dan haulnya. Dalam perkembangan ilmu kontemporer, dikenal pula zakat profesi. Saat ini, zakat profesi telah berjalan di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), yang setiap bulan dipotong secara otomatis sebagai bentuk komitmen dalam menunaikan kewajiban zakat.
Namun demikian, beliau mengingatkan bahwa zakat profesi tidak hanya berlaku bagi ASN. Profesi lain di tengah masyarakat juga memiliki kewajiban yang sama apabila penghasilannya telah memenuhi syarat nisab. Selain itu, ada pula zakat pertanian, zakat peternakan, serta zakat emas dan perak yang sering kali belum banyak dipahami oleh masyarakat.
“Banyak di antara kita yang belum mengetahui bahwa hasil pertanian, peternakan, maupun simpanan emas dan perak yang telah mencapai nisab memiliki kewajiban zakat. Inilah pentingnya ilmu, agar harta yang kita miliki benar-benar membawa keberkahan, bukan sekadar kepemilikan,” tambah beliau.
Kultum tersebut menjadi pengingat bahwa zakat bukan hanya soal kewajiban administratif, tetapi wujud nyata keimanan dan kepedulian sosial. Dengan menunaikan zakat secara benar, harta menjadi bersih, jiwa menjadi tenang, dan keberkahan hidup semakin terasa.
Ramadhan pun kembali ditegaskan sebagai madrasah ruhani, tempat umat Islam memperdalam ilmu dan memperbaiki amal, agar setiap rupiah yang dimiliki bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
Semoga momentum Ramadhan ini menjadi penguat kesadaran masyarakat dalam memahami dan menunaikan zakat secara menyeluruh.
(Amanatus Saniah/Edwinsya)Hastag : #KultumRamadhan #ZakatMembawaBerkah #MADarulMaarifNU #IlmuDanIman
From : MA Darul Maarif NU



.jpg)