Lantunan Kalam Ilahi Mengawali Sarasehan dan Buka Bersama, Santri MA Darul Ma’arif NU Tampil Memukau
Rejang Lebong (Humas) - Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti pembukaan acara sarasehan dan silaturahmi yang dirangkaikan dengan buka bersama keluarga besar Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema indah, menyejukkan hati para hadirin yang memenuhi majelis.
Ayat suci tersebut dibacakan oleh ananda Ilham Akbar Mudzaki, seorang qori sekaligus hafidz Al-Qur’an, yang juga merupakan santri berprestasi dari MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong. Dengan suara yang tartil, penuh penghayatan, dan tajwid yang fasih, Ilham menghadirkan suasana yang khidmat sekaligus membanggakan.
Sebagai santri hafidz Al-Qur’an, Ilham tidak hanya dikenal karena hafalannya, tetapi juga karena prestasinya di lingkungan madrasah dan pesantren. Penampilannya pada momen penuh makna tersebut menjadi simbol keberhasilan pendidikan pesantren dalam melahirkan generasi Qur’ani yang berilmu dan berakhlak.
Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah sekaligus pembina serta pemantau perkembangan tahfidz santri di pesantren, Ustadz Jamil Setiawan, S.Pd., menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian para santri, khususnya Ilham Akbar Mudzaki.
“Tahfidz Al-Qur’an bukan hanya tentang hafalan, tetapi tentang menjaga adab, akhlak, dan konsistensi muroja’ah setiap hari. Ilham adalah contoh bahwa kesungguhan dan bimbingan yang istiqamah akan melahirkan hasil yang membanggakan. Kami berharap semakin banyak santri yang tumbuh sebagai penjaga kalam Allah,” ungkap beliau.
Sementara itu, Kepala MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, Dedi Priyanto, S.E.Gr., juga menyampaikan dukungan penuh terhadap pengembangan potensi santri, baik dalam bidang akademik maupun tahfidz Al-Qur’an.
“Madrasah akan terus mendukung santri dalam mengembangkan bakat dan potensinya. Prestasi seperti ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga kebanggaan lembaga dan masyarakat. Kami ingin santri MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong menjadi generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan kokoh dalam nilai-nilai Al-Qur’an,” tutur beliau.
Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang membuka acara tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi pengingat bahwa setiap langkah kegiatan pesantren harus berlandaskan nilai-nilai Qur’ani. Di tengah kebersamaan dan silaturahmi, Al-Qur’an tetap menjadi cahaya utama yang menerangi perjalanan pendidikan di pesantren.
Momen itu pun menjadi bukti bahwa Ramadhan adalah ruang tumbuh bagi generasi muda untuk tampil, berkontribusi, dan menginspirasi.
(Amanatus Saniah/Edwinsya)Hastag : #GenerasiQurani #HafidzMuda #MADarulMaarifNU #SantriBerprestasi #CahayaRamadhan
From : MA Darul Maarif NU



.jpg)