Kultum Pagi, Kepala KUA Curup Sampaikan Tiga Macam Hati dalam Perspektif Islam
Rejang Lebong (Humas) – Suasana pagi di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Curup terasa khidmat saat kegiatan kultum pagi kembali digelar. Pada kesempatan tersebut, Kepala KUA Curup H. Suryono, S.Ag., M.Pd menyampaikan tausiah yang menyentuh hati tentang tiga macam kondisi hati manusia dalam pandangan Islam. (06/03/2026)
Dalam penyampaiannya, H. Suryono menekankan bahwa hati merupakan pusat dari segala perilaku manusia. Baik atau buruknya sikap seseorang sangat dipengaruhi oleh kondisi hatinya. Oleh karena itu, setiap muslim harus senantiasa berusaha menjaga hatinya agar tetap bersih dan dekat dengan Allah SWT.
“Hati adalah penentu baik buruknya seseorang. Jika hatinya baik maka baik pula seluruh amal perbuatannya. Sebaliknya jika hatinya rusak maka akan rusak pula perilakunya,” ujar H. Suryono saat menyampaikan kultum di hadapan para pegawai KUA Curup.
Ia kemudian menjelaskan bahwa para ulama membagi kondisi hati manusia menjadi tiga macam, yaitu Qolbun Mayit, Qolbun Marid, dan Qolbun Salim.
Jenis yang pertama adalah Qolbun Mayit atau hati yang mati. Hati ini sudah tidak lagi peka terhadap kebenaran dan nasihat. Orang yang memiliki hati seperti ini tidak merasa bersalah ketika melakukan dosa, tidak tersentuh dengan ayat-ayat Allah, serta lebih mengikuti hawa nafsu dan kepentingan dunia semata.
Selanjutnya adalah Qolbun Marid, yaitu hati yang sakit. Menurut H. Suryono, hati ini masih memiliki keimanan, namun sering kali terjangkit penyakit hati seperti iri, dengki, sombong, riya, dan kecintaan yang berlebihan terhadap dunia. Meski demikian, hati yang sakit masih memiliki kesempatan untuk sembuh dengan memperbanyak taubat, memperbaiki ibadah, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Adapun yang paling utama adalah Qolbun Salim, yaitu hati yang selamat. Hati ini bersih dari penyakit hati, dipenuhi keikhlasan, ketakwaan, serta selalu tunduk dan taat kepada perintah Allah SWT. Hati yang selamat inilah yang kelak akan membawa manusia kepada keselamatan di dunia maupun di akhirat.
“Hati yang selamat adalah hati yang selalu mengingat Allah, ikhlas dalam beramal, serta jauh dari sifat-sifat tercela. Inilah hati yang akan membawa manusia menuju kebahagiaan yang hakiki,” jelasnya.
Melalui kultum pagi tersebut, H. Suryono juga mengajak seluruh pegawai dan masyarakat untuk terus menjaga kebersihan hati, memperbanyak amal ibadah, serta menjadikan momentum Ramadan sebagai sarana memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan.
Kegiatan kultum pagi yang rutin dilaksanakan di lingkungan KUA Curup ini diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan spiritual bagi para pegawai, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan hati yang bersih dan penuh keimanan, diharapkan setiap individu mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
(Nur Ranni/Edwinsya)Hastag : #Kuahebat#Kuakeren#KUAKecamatanCurup
From : KUA Curup



