Buka Puasa Terakhir Penuh Makna di Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, Santri Nikmati Hidangan Istimewa
Rejang
Lebong (Humas)
– Suasana haru sekaligus penuh kebersamaan terasa begitu kental di lingkungan Pondok Pesantren Darul Ma’arif
Nahdlatul Ulama Rejang Lebong pada malam terakhir berbuka puasa
para santri sebelum mereka pulang ke kampung halaman untuk menjalani masa libur
Idulfitri 1447 H.
Pada momen istimewa tersebut,
para santri menikmati hidangan berbuka yang berbeda dari biasanya. Jika pada
hari-hari sebelumnya menu berbuka disajikan secara sederhana sebagaimana
kehidupan pesantren yang sarat kesahajaan, maka pada malam terakhir ini para
santri mendapatkan hidangan yang lebih istimewa, yakni daging kambing untuk santapan berbuka puasa
dan daging sapi untuk hidangan sahur.
Hidangan tersebut berasal
dari niat baik masyarakat yang melaksanakan aqiqah di Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU
Rejang Lebong. Hewan kambing yang diaqiqahkan dipotong langsung
di lingkungan pesantren sehingga menghadirkan pengalaman kebersamaan yang
berharga bagi para santri.
Proses penyembelihan hewan
aqiqah dipimpin langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, Dr. Ky. Mabrur
Syah, M.H.I. Sebelum penyembelihan dilakukan, beliau terlebih
dahulu memimpin doa agar niat baik para pekurban dan keluarga yang melaksanakan
aqiqah diterima oleh Allah SWT.
Dalam pelaksanaannya, beliau
dibantu oleh Ustadz
Dayu Warcansa, sementara para santri bersama dewan guru turut
terlibat membantu proses pembersihan serta pengolahan daging dengan penuh
semangat gotong royong.
Kegiatan tersebut tidak
sekadar menjadi bagian dari penyediaan hidangan berbuka dan sahur, tetapi juga
menjadi pembelajaran langsung bagi para
santri mengenai nilai-nilai ibadah, kebersamaan, serta praktik
syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren.
Malam berbuka terakhir ini
terasa semakin berkesan karena menjadi penutup rangkaian kegiatan Ramadan di
pesantren sebelum para santri kembali ke rumah masing-masing. Masa libur
Idulfitri tahun ini dimulai lebih awal, mengingat pada awal Ramadan para santri
tetap aktif mengikuti kegiatan pendidikan baik di pesantren maupun di Madrasah Aliyah Darul Ma’arif NU
Rejang Lebong.
Kepala Madrasah Aliyah Darul
Ma’arif NU Rejang Lebong, Dedi Priyanto, S.E.Gr, menyampaikan bahwa momen
kebersamaan tersebut menjadi kenangan yang sangat berarti bagi para santri.
“Alhamdulillah pada malam
berbuka terakhir sebelum kepulangan santri menjalani libur Idulfitri 1447 H,
para santri dapat menikmati hidangan yang istimewa berupa daging kambing untuk
berbuka dan daging sapi untuk sahur. Daging kambing ini berasal dari masyarakat
yang melaksanakan aqiqah di pesantren, kemudian dipotong langsung oleh pimpinan
pondok pesantren Dr. Ky. Mabrur Syah, M.H.I., dibantu Ustadz Dayu Warcansa, dan
para santri bersama dewan guru ikut membantu dalam proses pembersihan serta
pengolahannya,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan
tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter di pesantren, di mana para santri
tidak hanya belajar ilmu agama dan akademik, tetapi juga belajar nilai
kebersamaan, gotong royong, serta menumbuhkan rasa syukur atas nikmat yang
diberikan Allah SWT.
Dengan penuh rasa syukur,
para santri menikmati hidangan berbuka bersama di halaman pesantren dalam
suasana kekeluargaan yang hangat. Gelak tawa, kebersamaan, dan rasa syukur
menjadi warna tersendiri dalam malam terakhir Ramadan mereka di pesantren
sebelum kembali ke tengah keluarga untuk merayakan Idulfitri.
Momen
tersebut menjadi kenangan
indah yang akan selalu melekat dalam ingatan para santri,
sebagai bagian dari perjalanan spiritual dan pendidikan mereka di Pondok
Pesantren Darul Ma’arif Nahdlatul Ulama Rejang Lebong.
Hastag : #RamadhanPesantren #SantriDarulMaarif #Ramadhan1447H #PesantrenNU #KebersamaanSantri #MADarulMaarifNU
From : MA Darul Maarif NU



