Jemput Santri Jelang Libur Lebaran, MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong Pererat Sinergi dengan Orang Tua
Rejang
Lebong (Humas)
— Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti lingkungan MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong
saat para orang tua datang menjemput putra-putri mereka menjelang masa libur Idul Fitri 1447 H.
Momen yang biasanya hanya menjadi waktu kepulangan santri ini dimanfaatkan
pihak madrasah sebagai ruang untuk mempererat komunikasi antara madrasah, orang
tua, dan santri.
Pada kesempatan tersebut,
pihak madrasah mengajak para orang tua untuk bersama-sama mendukung, memberikan perhatian,
serta memantau perkembangan belajar anak-anak mereka selama
menempuh pendidikan di madrasah sekaligus di asrama Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang
Lebong.
Sebagai bentuk keterbukaan
dalam proses pendidikan, para orang tua menerima secara langsung hasil evaluasi belajar santri
yang tertuang dalam lembar kerja pada Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) Genap. Melalui
lembar kerja tersebut, orang tua dapat melihat berbagai tugas yang telah
dikerjakan oleh anak-anak mereka sekaligus mengetahui capaian hasil belajar
selama proses pembelajaran berlangsung.
Menariknya, para orang tua
juga diberikan kesempatan untuk mencermati bahkan mengoreksi secara langsung pekerjaan
anak-anak mereka. Dengan cara ini, orang tua dapat memahami lebih dekat proses
belajar yang dijalani para santri selama berada di lingkungan madrasah dan
pesantren.
Momen ini diharapkan menjadi
bahan obrolan hangat antara orang tua dan anak selama masa libur di rumah.
Mengingat dalam keseharian para santri tinggal di asrama pesantren yang
jaraknya cukup jauh dari keluarga, sehingga waktu berkumpul saat libur menjadi
kesempatan yang sangat berharga.
Kepala MA Darul Ma’arif NU
Rejang Lebong, Dedi
Priyanto, S.E.Gr, menyampaikan bahwa keterlibatan orang tua
merupakan bagian penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan santri.
“Momentum penjemputan santri
menjelang masa libur ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk
mempertemukan kembali orang tua dengan perkembangan belajar anak-anak mereka.
Oleh karena itu, kami menyerahkan langsung hasil evaluasi belajar santri agar
orang tua dapat melihat sendiri apa yang telah dipelajari dan dikerjakan oleh
anak-anak selama berada di madrasah,” ujarnya.
Ia juga berharap selama masa
libur Idul Fitri, orang tua dapat memanfaatkan waktu bersama anak untuk
berdialog dan memberikan dukungan terhadap proses pendidikan mereka.
“Selama ini para santri
tinggal di asrama pesantren yang cukup jauh dari keluarga. Maka ketika mereka
pulang ke rumah, ini menjadi waktu yang sangat baik untuk saling berbicara,
saling mendukung, dan menyelaraskan harapan antara orang tua dan anak dalam
proses pendidikan mereka ke depan,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan
oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang
Kurikulum, Siti Masitoh, S.Pd.Gr, yang menekankan pentingnya sinergi
antara madrasah dan keluarga dalam mendampingi perkembangan belajar santri.
Menurutnya, dengan melihat
langsung lembar kerja hasil asesmen, orang tua dapat memahami perkembangan
belajar anak secara lebih nyata sekaligus memberikan motivasi agar mereka terus
meningkatkan semangat belajar.
Melalui langkah ini, MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong
berharap terbangun hubungan yang semakin kuat antara madrasah, pesantren, dan
keluarga dalam membimbing para santri. Dengan demikian, pendidikan yang
diberikan di madrasah tidak hanya berlangsung di lingkungan pesantren, tetapi
juga mendapatkan dukungan penuh dari keluarga ketika santri berada di rumah.
Momentum
penjemputan santri pun tidak sekadar menjadi awal masa libur Idul Fitri, tetapi
juga menjadi ruang
refleksi bersama bagi orang tua dan anak untuk terus berjalan
seiring dalam perjalanan pendidikan dan masa depan mereka.
Hastag : #MADarulMaarifNU #SantriPesantren #LiburIdulFitri1447H #SinergiOrangTua #PendidikanSantri #MadrasahHebatBermartabat #PesantrenNU #RejangLebong
From : MA Darul Maarif NU


.jpeg)
