Masjid Nurul Kodar Desa Jabi Hidupkan Malam Lailatul Qadr, Alam Nuari Beri Tausiah dan Semangati Tadarus Pemuda
Rejang
Lebong (Humas)
— Rabu malam Kamis (11/03) pukul 20.20 WIB, Alam Nuari, S.Kom.I, Penyuluh
Agama Islam Kecamatan Sindang Beliti Ulu, memberikan tausiah keagamaan bertema “Keutamaan Malam Lailatul Qadr”
di Masjid Nurul Kodar Desa Jabi.
Kegiatan ini berlangsung usai salat Isya dan Tarawih berjamaah, dihadiri
masyarakat setempat dengan penuh kekhusyukan.
Dalam tausiahnya, Alam Nuari
menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadr merupakan malam penuh kemuliaan dan
keberkahan, bahkan nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Oleh karena itu,
umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, berzikir,
serta memohon ampunan kepada Allah SWT pada malam-malam terakhir bulan Ramadan.
Usai tausiah, Alam Nuari ikut
menyaksikan kegiatan tadarus Al-Qur’an yang rutin dilaksanakan oleh para
pemuda di masjid. Tradisi ini, yang berlangsung sejak lama setiap Ramadan,
melibatkan anak-anak hingga orang tua yang membaca Al-Qur’an bersama hingga
larut malam dengan harapan bacaan mereka dapat mencapai khatam sebelum
malam takbiran.
Melihat suasana tersebut,
Alam Nuari mengaku terkesan. Ia menuturkan bahwa tradisi malam Ramadan di Desa
Jabi dengan lantunan Al-Qur’an berbeda dibandingkan malam-malam lainnya. Ia
menyebut bahwa setiap kunjungannya ke desa, terutama ketika singgah di rumah
sahabatnya, Sulaimansyah,
yang juga alumni Pondok Pesantren Mazro’illah Lubuklinggau, ia jarang mendengar
kegiatan tadarus yang berlangsung begitu hangat dan berkesinambungan kecuali
pada bulan Ramadan.
Menurut Alam Nuari, tradisi
ini tidak hanya menumbuhkan semangat ibadah, tetapi juga mempererat kebersamaan
masyarakat, khususnya generasi muda. Ia menekankan pentingnya menjaga masjid
sebagai pusat kegiatan positif, tempat belajar, memperkuat keimanan, dan
membentuk karakter baik.
“Anak-anak muda adalah
generasi penerus umat. Jika mereka terbiasa menghidupkan masjid dengan tadarus,
salat berjamaah, dan kegiatan keagamaan lainnya sejak dini, insyaAllah mereka
akan tumbuh menjadi generasi yang kuat akidah dan baik akhlaknya. Mari kita
jaga tradisi baik ini agar terus hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.
Alam Nuari juga menambahkan
bahwa kegiatan positif di masjid dapat menjadi benteng bagi generasi muda dari
pergaulan yang kurang baik. Dengan menyalurkan energi dan waktu mereka pada
hal-hal bermanfaat, diharapkan tercipta lingkungan masyarakat yang religius, harmonis, dan penuh keberkahan.
Hastag : Kemenagrejanglebong Kuasindangbelitiulu
From : KUA S. Beliti Ulu



