Belajar Dakwah di Era Digital: Santri MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong Angkat Potensi Daerah Lewat Video Kultum
Rejang
Lebong (Humas)
— Masa libur Idul Fitri tidak menyurutkan semangat belajar dan berdakwah para
santri MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong. Justru momen tersebut dimanfaatkan
untuk menebar pesan-pesan kebaikan dari kampung halaman masing-masing melalui
tugas kreatif pembuatan video kultum yang diberikan oleh pihak madrasah.
Dalam tugas tersebut, para
santri diminta membuat video kultum dengan latar tempat yang menjadi ciri khas
daerah asal mereka. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana latihan berdakwah,
tetapi juga media untuk memperkenalkan potensi serta keindahan daerah
masing-masing kepada masyarakat luas.
Salah satu contoh datang dari
Daffa Radhitya Hidayat, santri kelas X yang berasal dari Kabupaten Lebong.
Dalam videonya, Daffa memilih lokasi yang sangat ikonik, yakni Masjid Agung
Sultan Abdullah Lebong, yang dikenal masyarakat sebagai salah satu kebanggaan
daerah dengan arsitektur yang megah dan indah.
Dengan latar kemegahan masjid
tersebut, Daffa menyampaikan kultum bertema keutamaan malam Lailatul Qadar. Ia
mengingatkan bahwa malam Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat mulia dan
lebih baik dari seribu bulan.
“Malam Lailatul Qadar adalah
malam penuh kemuliaan yang Allah berikan kepada umat Nabi Muhammad SAW. Pada
malam ini, pahala ibadah dilipatgandakan bahkan lebih baik dari seribu bulan.
Oleh karena itu, marilah kita memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir
Ramadan dengan memperbanyak shalat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta
memohon ampunan kepada Allah SWT,” tutur Daffa dalam kultumnya.
Ia juga mengajak umat Islam
agar tidak melewatkan kesempatan besar tersebut dengan memperbanyak ibadah pada
malam-malam terakhir Ramadan agar dapat meraih keberkahan Lailatul Qadar.
Program tugas kreatif ini
mendapat dukungan penuh dari pihak madrasah. Wakil Kepala Madrasah Bidang
Kurikulum, Siti Masitoh, S.Pd.Gr menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan
edukatif sekaligus membangun karakter santri.
Menurutnya, pembuatan video
kultum ini dirancang agar para santri tetap produktif selama masa libur,
sekaligus melatih keberanian, kemampuan komunikasi dakwah, dan kreativitas
mereka.
“Kami ingin para santri tetap
belajar dan berkarya meskipun sedang berada di rumah. Melalui tugas membuat
video kultum ini, santri dilatih untuk menyampaikan pesan dakwah dengan baik,
sekaligus mengenalkan potensi daerah masing-masing. Ini juga menjadi sarana
membangun kepercayaan diri serta kemampuan public speaking mereka,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap
kegiatan ini dapat menjadi media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus
memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Melalui tugas ini, para
santri tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga berperan sebagai
generasi muda yang aktif menyebarkan nilai-nilai keislaman di tengah
masyarakat.
Dengan
karya-karya sederhana namun penuh makna tersebut, santri MA Darul Ma’arif NU
Rejang Lebong membuktikan bahwa dakwah dapat dilakukan di mana saja, bahkan
dari kampung halaman sendiri, dengan latar keindahan daerah yang mereka
banggakan.
Hastag : #DakwahSantri #SantriMelekTeknologi #SantriNU #SantriBerkarya #KultumSantri #SantriInspiratif #BanggaJadiSantri#MADarulMaarifNU
From : MA Darul Maarif NU



