Prakarya Kelas VII MTs Muhammadiyah Curup Latih Kolaborasi Lewat Pembagian Kelompok Proyek
Rejang
Lebong (Humas)
– Suasana penuh semangat terlihat di ruang kelas VII MTs Muhammadiyah Curup
pada jam pelajaran Prakarya hari ini. Para siswa tampak antusias mengikuti
kegiatan pembagian kelompok kerja sebagai langkah awal pelaksanaan proyek
pembelajaran berbasis praktik. (13/4)
Kegiatan ini dipandu langsung
oleh guru mata pelajaran Prakarya dan menjadi bagian dari strategi pembelajaran
kolaboratif yang menekankan kerja sama, kreativitas, serta tanggung jawab antar
siswa dalam menyelesaikan sebuah proyek.
Guru Prakarya menjelaskan
bahwa metode kerja kelompok sangat relevan dalam pembelajaran prakarya, karena
siswa tidak hanya dituntut menghasilkan karya, tetapi juga belajar berproses
bersama dalam satu tim.
“Mata pelajaran Prakarya
menuntut kreativitas yang tinggi. Melalui pembagian kelompok ini, kami ingin
siswa belajar berkomunikasi dengan baik dan menghargai pendapat teman demi
mencapai hasil karya yang maksimal,” ujarnya.
Pembagian kelompok dilakukan
secara transparan dengan mempertimbangkan keseimbangan kemampuan siswa,
pembagian peran, serta fokus proyek yang akan dikerjakan. Hal ini bertujuan
agar setiap kelompok memiliki komposisi yang adil dan efektif dalam bekerja.
Kepala MTs Muhammadiyah
Curup, Azzohardi, menyambut positif
penerapan pembelajaran berbasis kolaborasi tersebut. Menurutnya, pendidikan di
madrasah tidak hanya berorientasi pada kecerdasan individu, tetapi juga pada
kemampuan sosial dan kerja sama tim.
“Belajar berkelompok adalah
miniatur kehidupan bermasyarakat. Kami berharap siswa kelas VII dapat menjaga
kekompakan dan tidak ada ego sektoral dalam kelompoknya masing-masing,”
ungkapnya.
Usai pembentukan kelompok,
para siswa langsung berkumpul bersama anggota timnya untuk berdiskusi. Mereka
mulai menyusun rencana kerja, membagi tugas, serta merancang kebutuhan bahan
dan alat yang akan digunakan dalam proyek pertama.
Salah satu siswa mengaku
senang dengan sistem pembelajaran ini karena membuat tugas terasa lebih ringan
dan menyenangkan.
“Kami sudah bagi tugas, siapa
yang bawa alat dan siapa yang bawa bahan. Seru bisa kerja bareng teman-teman,
jadi tugas yang berat terasa lebih ringan,” tuturnya.
Kegiatan
ditutup dengan pengarahan teknis mengenai etika kerja kelompok serta tata
tertib penggunaan laboratorium prakarya. Hal ini dilakukan untuk memastikan
seluruh proses pembelajaran berjalan tertib, aman, dan menghasilkan karya yang
optimal.
Hastag : #MTsmuhammadiyahcurup
From : MTs Muhammadiyah



