Siswa MTs Muhammadiyah Curup Asah Kepedulian Sosial Lewat Praktik Mengkafani Jenazah
Rejang
Lebong (Humas)
– Suasana berbeda tampak di kelas IX MTs
Muhammadiyah Curup. Hari ini, para siswa tidak hanya belajar teori,
tetapi langsung mempraktikkan salah satu kewajiban penting dalam kehidupan
bermasyarakat: tata cara mengkafani jenazah. (15/4)
Kegiatan ini merupakan bagian
dari pembelajaran mata pelajaran Fikih, khususnya materi penyelenggaraan
jenazah. Melalui praktik ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami konsep,
tetapi juga memiliki kesiapan mental dan keterampilan teknis dalam menjalankan
kewajiban fardu kifayah di lingkungan mereka.
Di bawah bimbingan guru
Fikih, ruang kelas disulap menjadi tempat simulasi pemulasaraan jenazah. Para
siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mempraktikkan proses pengafanan,
baik untuk jenazah laki-laki maupun perempuan.
Dalam praktik tersebut, siswa
mempelajari berbagai tahapan penting, mulai dari mengukur dan memotong kain
kafan sesuai postur tubuh, menyusun lapisan kain (tiga lapis untuk laki-laki
dan lima lapis untuk perempuan), hingga menempatkan tali pengikat dengan benar.
Tak hanya itu, aspek adab juga menjadi perhatian utama, seperti menjaga
kehormatan jenazah dan menutup aurat dengan sempurna.
Guru Fikih kelas IX
menegaskan bahwa tantangan terbesar di masyarakat sering kali bukan kurangnya
pengetahuan, melainkan minimnya keberanian untuk terlibat langsung.
“Melalui praktik ini, kami
ingin menghilangkan rasa takut dan canggung pada siswa. Harapannya, mereka siap
membantu masyarakat ketika dibutuhkan,” ujarnya.
Kepala MTs Muhammadiyah Curup turut mengapresiasi
kegiatan tersebut. Ia menilai pembelajaran aplikatif seperti ini sangat penting
dalam membentuk karakter siswa yang siap berkontribusi di tengah masyarakat.
“Ilmu Fikih bukan sekadar
untuk ujian, tetapi untuk diamalkan. Ini bukti nyata bahwa madrasah fokus
mencetak generasi yang bermanfaat,” ungkapnya.
Meski berlangsung dengan
penuh kekhidmatan, para siswa terlihat antusias mengikuti setiap tahapan.
Mereka bekerja sama membentangkan kain, menaburkan kapur barus, hingga mengikat
simpul dengan rapi.
Salah satu siswa mengaku
awalnya merasa tegang, namun pengalaman langsung membuatnya lebih memahami
proses tersebut.
“Awalnya saya gugup, tapi
setelah mencoba, jadi lebih paham. Ini ilmu penting karena suatu saat pasti
dibutuhkan di masyarakat,” tuturnya.
Kegiatan
diakhiri dengan sesi evaluasi dan tanya jawab untuk memperkuat pemahaman siswa.
Dengan pendekatan praktik seperti ini, diharapkan lulusan MTs Muhammadiyah Curup tidak hanya cerdas secara
akademik, tetapi juga siap menjalankan peran sosial-keagamaan di tengah
masyarakat.
Hastag : #MTsmuhammadiyahcurup
From : MTs Muhammadiyah

.jpg)

.jpg)