Belajar dari Alam, Siswa MTs Muhammadiyah Curup Antusias Presentasi Gempa dan Mitigasi Bencana
Rejang
Lebong (Humas) – Suasana ruang kelas VIII MTs
Muhammadiyah Curup tampak berbeda dari biasanya. Kelas yang biasanya
tenang berubah menjadi ruang diskusi ilmiah yang hidup dan penuh antusiasme
saat para siswa melaksanakan presentasi kelompok dalam mata pelajaran Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA). (21/4)
Mengangkat tema “Gempa Bumi
dan Mitigasi Bencana”, kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan
pemahaman siswa terhadap materi, tetapi juga melatih kemampuan berbicara di
depan umum (public speaking). Topik yang dipilih terasa sangat relevan,
mengingat wilayah Bengkulu termasuk daerah yang rawan gempa.
Setiap kelompok tampil
percaya diri dengan media presentasi yang kreatif, mulai dari poster buatan
tangan hingga alat peraga sederhana. Mereka memaparkan berbagai konsep penting,
seperti Teori Tektonik Lempeng yang
menjelaskan pergerakan lempeng sebagai penyebab utama gempa. Selain itu, siswa
juga mengenalkan penggunaan Skala Richter
dan Seismograf sebagai alat ukur kekuatan
getaran bumi.
Tak kalah penting, para siswa
juga mengulas langkah-langkah mitigasi bencana, seperti berlindung di bawah
meja, menjauhi benda berbahaya, serta menuju titik kumpul aman. Penjelasan ini
menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran keselamatan sejak dini.
Diskusi semakin menarik saat
sesi tanya jawab dibuka. Para siswa aktif mengaitkan materi dengan pengalaman
pribadi mereka yang pernah merasakan gempa di wilayah Bengkulu. Hal ini membuat
pembelajaran terasa lebih nyata dan kontekstual.
Guru IPA kelas VIII
menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar tugas akademik, melainkan bekal
penting dalam kehidupan. “Siswa diajak memahami secara ilmiah mengapa daerah
kita rawan gempa dan bagaimana cara menyelamatkan diri dengan tepat,” ujarnya.
Kepala madrasah juga
memberikan apresiasi terhadap metode pembelajaran aktif ini. Menurutnya,
pendekatan berbasis presentasi mampu meningkatkan daya serap siswa sekaligus
melatih keberanian dan logika berpikir.
“Kami ingin siswa tidak hanya
menghafal, tetapi mampu menjelaskan fenomena alam dengan tenang dan rasional.
Ini bagian dari upaya membentuk generasi yang tangguh menghadapi bencana,”
ungkapnya.
Salah satu siswa peserta
mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari kegiatan ini. Ia merasa lebih
percaya diri sekaligus memahami perbedaan antara gempa tektonik dan vulkanik,
serta langkah-langkah aman saat gempa terjadi.
Kegiatan
pembelajaran ditutup dengan evaluasi bersama dan pemberian apresiasi kepada
kelompok terbaik. Melalui kegiatan ini, MTs Muhammadiyah Curup tidak hanya
mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan kesiapsiagaan dan
kepedulian terhadap keselamatan diri dan lingkungan.
Hastag : #MTsmuhammadiyahcurup
From : MTs Muhammadiyah



.jpeg)