Rejang
Lebong (Humas) — Upaya mempersiapkan generasi keluarga yang sehat dan berkualitas
terus dilakukan. Pada Kamis (23/4), penyuluh dari BKKBN, Titin Lusiany, S.KM., memberikan
bimbingan penyuluhan kepada calon pengantin (catin) di KUA Curup Utara.
Kegiatan yang berlangsung di
balai nikah tersebut menjadi bagian penting dari pembekalan awal bagi pasangan
sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Dalam penyampaiannya, Titin Lusiany
menekankan bahwa perencanaan keluarga merupakan fondasi utama dalam mewujudkan
keluarga yang sehat, harmonis, dan berkualitas.
“Perencanaan keluarga tidak
hanya soal jumlah anak, tetapi juga menyangkut kesiapan fisik, mental, dan
ekonomi pasangan,” jelasnya di hadapan para peserta.
Selain itu, para calon
pengantin juga diberikan pemahaman mengenai risiko 4T, yakni terlalu muda,
terlalu tua, terlalu dekat jarak kelahiran, dan terlalu banyak jumlah anak.
Risiko tersebut dinilai penting untuk dihindari karena berpengaruh besar
terhadap kesehatan ibu dan anak.
Tak hanya itu, pentingnya
pemeriksaan kesehatan sebelum menikah turut menjadi sorotan dalam penyuluhan
ini. Pemeriksaan kesehatan pranikah bertujuan untuk mengetahui kondisi
masing-masing pasangan, sehingga potensi masalah kesehatan di masa depan dapat
dicegah sejak dini, termasuk dalam merencanakan kehamilan yang sehat.
Para calon pengantin tampak
antusias mengikuti setiap sesi yang disampaikan. Diskusi interaktif pun
berlangsung hangat, menandakan tingginya kesadaran peserta akan pentingnya
kesiapan membangun rumah tangga.
Melalui
kegiatan ini, diharapkan para catin tidak hanya siap secara administratif,
tetapi juga matang secara pengetahuan dan perencanaan. Dengan demikian, mereka
dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah, serta mampu
menghadapi dinamika kehidupan rumah tangga dengan lebih bijak dan terarah.