Ketua DWP Kemenag Rejang Lebong Resmi Dikukuhkan sebagai Bunda Inklusi
Rejang
Lebong (Humas) — Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama
Kabupaten Rejang Lebong, Ny. Hj. Yuliani Rahman, S.Kep., Ners, resmi dikukuhkan
sebagai Bunda Inklusi Kemenag Rejang Lebong. Pengukuhan tersebut dilaksanakan
dalam momentum Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) DWP yang dirangkaikan dengan
Pengukuhan Bunda Inklusi Kemenag Kabupaten/Kota serta peringatan Hari Kartini
Tahun 2026.
Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (28/4) di
Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, dan dihadiri oleh
jajaran pengurus DWP serta perwakilan Kemenag Kabupaten/Kota se-Provinsi
Bengkulu.
Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua
DWP Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu yang juga menjabat sebagai Bunda
Inklusi Kanwil, Ny. Nyimas Mariam Saefudin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan
harapan agar seluruh anggota DWP dapat terus berperan aktif, menjaga
kekompakan, serta menghadirkan berbagai inovasi dalam menjalankan program
organisasi.
Ia juga menegaskan pentingnya kontribusi nyata
Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung pembangunan di lingkungan Kementerian
Agama, khususnya dalam memperkuat program inklusivitas yang menyasar seluruh
lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Peran DWP sangat strategis dalam mendukung
berbagai program Kementerian Agama, termasuk dalam mendorong terwujudnya
lingkungan yang inklusif, ramah, dan berkeadilan. Oleh karena itu, sinergi dan
kekompakan harus terus dijaga,” ujar Ny. Nyimas Mariam Saefudin.
Pengukuhan Bunda Inklusi ini menjadi langkah
nyata dalam memperkuat komitmen Kementerian Agama terhadap pengembangan
pendidikan inklusif, pemberdayaan penyandang disabilitas, serta peningkatan
kesadaran masyarakat akan pentingnya kesetaraan dan akses bagi semua.
Saat dihubungi oleh tim Humas, Ketua DWP Kemenag
Rejang Lebong, Ny. Hj. Yuliani Rahman, S.Kep., Ners, menyampaikan rasa syukur
dan komitmennya dalam mengemban amanah sebagai Bunda Inklusi.
Ia menegaskan bahwa peran Bunda Inklusi bukan
sekadar simbolis, melainkan sebuah tanggung jawab untuk turut mendorong
hadirnya program-program yang berpihak pada kelompok rentan, khususnya dalam
bidang pendidikan dan sosial keagamaan.
“Amanah ini akan kami jalankan dengan penuh
tanggung jawab. Kami berkomitmen untuk mendukung terwujudnya lingkungan yang
inklusif, khususnya di madrasah dan masyarakat, agar semua pihak mendapatkan
kesempatan yang sama dalam mengakses layanan pendidikan dan keagamaan,”
ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap kehadiran Bunda
Inklusi di Kabupaten Rejang Lebong dapat menjadi motor penggerak dalam
meningkatkan kepedulian sosial, memperkuat nilai-nilai kebersamaan, serta
menciptakan ruang yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Momentum Rakorwil yang bertepatan dengan
peringatan Hari Kartini ini juga menjadi pengingat akan pentingnya peran
perempuan dalam pembangunan, termasuk dalam mendorong perubahan sosial yang
lebih inklusif dan berkeadilan.
Dengan
pengukuhan ini, diharapkan sinergi antara DWP dan Kementerian Agama semakin
kuat dalam menghadirkan program-program yang tidak hanya inovatif, tetapi juga
menyentuh kebutuhan masyarakat secara luas, khususnya dalam mewujudkan
inklusivitas di berbagai sektor kehidupan.
(Prada/Prada Utama, S.I.Kom)
Hastag : #kemenagrl #rejanglebong
From : Kemenag


.jpg)