Rejang Lebong (Humas) — Kantor Urusan Agama (KUA) Selupu Rejang melaksanakan kegiatan gotong royong pembuatan taman dengan mengusung tema Ekoteologi KUA pada Senin (4/5). Kegiatan ini merupakan inisiatif Kepala KUA Selupu Rejang, Ibnu Hajar, S.Ag., M.H.I., sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap pelestarian lingkungan sekaligus penguatan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Gotong royong tersebut melibatkan seluruh pegawai KUA Selupu Rejang yang bersama-sama membersihkan area kantor, menata lahan, serta menanam berbagai jenis tanaman hias dan tanaman produktif. Taman ekoteologi ini diharapkan dapat menjadi ruang hijau yang tidak hanya memperindah lingkungan kantor, tetapi juga menjadi sarana edukasi tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan nilai-nilai spiritual.
Kegiatan ini juga sejalan dengan salah satu Asta Protas Kementerian Agama, yaitu Penguatan Ekoteologi: Kesadaran lingkungan berbasis agama, yang mendorong seluruh satuan kerja untuk mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.
Kepala KUA Selupu Rejang, Ibnu Hajar, S.Ag., M.H.I., dalam keterangannya menyampaikan bahwa konsep ekoteologi merupakan pendekatan yang mengintegrasikan ajaran agama dengan kepedulian terhadap lingkungan.
“Melalui program ekoteologi ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah. Ini juga merupakan implementasi dari Asta Protas Kementerian Agama, khususnya penguatan ekoteologi. KUA tidak hanya hadir dalam pelayanan administrasi keagamaan, tetapi juga menjadi contoh dalam membangun harmoni antara manusia dan alam,” ujar Ibnu Hajar.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, dimulai dari hal-hal sederhana seperti menjaga kebersihan dan penghijauan.
Dengan adanya taman ekoteologi ini, KUA Selupu Rejang berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program berbasis lingkungan yang selaras dengan nilai-nilai keislaman, sekaligus memperkuat peran KUA sebagai pusat layanan keagamaan yang edukatif dan berkelanjutan.