Perpaduan Daring dan Tatap Muka, Pembinaan Calon Pengantin KUA Sindang Dataran Berjalan Efektif
Rejang
Lebong (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sindang Dataran
kembali menggelar kegiatan Pembinaan Calon Pengantin (Bimbingan
Perkawinan/Bimwin) dengan mengusung konsep perpaduan daring dan tatap muka
(hybrid) pada Senin (04/05). Kegiatan yang berlangsung di Balai Nikah KUA
setempat ini dinilai efektif menjangkau peserta dari berbagai lokasi.
Kegiatan
yang menghadirkan penyuluh agama Islam, Efri Nopian, S.Sos.I., sebagai pemateri
utama ini bertujuan membekali calon pengantin dengan kesiapan mental,
spiritual, dan administratif sebelum memasuki jenjang pernikahan. Adapun
jalannya acara dimoderatori oleh Operator Layanan Operasional KUA Sindang
Dataran, Ahmad Rupawan.
Dalam
pelaksanaannya, sebagian peserta mengikuti pembinaan secara langsung di Balai
Nikah KUA, sementara sebagian lainnya turut serta melalui platform Zoom
Meeting. Sistem hybrid ini diterapkan guna mengakomodasi calon pengantin yang
memiliki keterbatasan jarak atau kondisi tertentu tanpa mengurangi substansi
pembinaan.
Selain
penyampaian materi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemeriksaan
kelengkapan berkas administrasi para calon pengantin. Langkah tersebut menjadi
bagian dari standar pelayanan pernikahan di KUA untuk memastikan seluruh
persyaratan telah terpenuhi sebelum memasuki tahap akad nikah.
Dalam
penyampaian materinya, Efri Nopian menyoroti pentingnya pemahaman generasi
muda, khususnya Gen Z, dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan
rahmah. Menurutnya, tantangan era digital menuntut lebih dari sekadar
pengetahuan teknis pernikahan.
"Generasi
muda hari ini perlu dibekali bukan hanya dengan pengetahuan teknis pernikahan,
tetapi juga kesiapan emosional dan spiritual dalam membangun keluarga sakinah
di era modern," ujar Efri di hadapan para peserta.
Ia
menambahkan bahwa komunikasi yang baik serta pemahaman nilai-nilai agama
menjadi fondasi utama agar rumah tangga mampu bertahan di tengah derasnya arus
informasi dan perubahan sosial.
Sementara
itu, Ahmad Rupawan selaku moderator menilai bahwa penerapan konsep hybrid dalam
Bimwin ini merupakan solusi efektif. Menurutnya, metode ini memungkinkan
pembinaan tetap berjalan optimal meskipun terdapat keterbatasan akses dari sisi
peserta.
"Kami
melihat antusiasme peserta sangat tinggi. Mereka yang hadir langsung maupun
yang daring sama-sama aktif dalam sesi tanya jawab. Ini membuktikan bahwa
Bimwin hybrid layak terus dikembangkan," ujar Ahmad.
Ia
juga mengungkapkan bahwa sesi tanya jawab berlangsung interaktif, dengan
sejumlah pertanyaan kritis dari calon pengantin seputar kesiapan rumah tangga
di era digital, pengelolaan keuangan keluarga, serta pentingnya komunikasi
pasangan.
Hastag : #kuasindangdataran
From : KUA Dataran

(1)_11zon.jpg)

