MTs Muhammadiyah Curup Gelar Pembelajaran Perbandingan Fiksi dan Non-Fiksi, Asah Literasi Kritis Siswa Kelas VII
Rejang Lebong (Humas) – Semangat
literasi terus digelorakan di lingkungan MTs Muhammadiyah Curup. Pagi ini,
siswa kelas VII mengikuti mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan materi
pembelajaran yang menarik, yakni Perbandingan Buku Fiksi dan Non-Fiksi.
Kegiatan belajar yang berlangsung di dalam kelas ini dirancang untuk membekali
siswa dengan kemampuan berpikir kritis dalam membedakan jenis bacaan serta
memahami struktur informasi yang terkandung di dalamnya. (6/5)
Dalam
sesi pembelajaran tersebut, guru pengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia
mengajak siswa untuk mengeksplorasi ciri-ciri khas dari kedua jenis buku. Siswa
diajarkan mengidentifikasi buku fiksi yang berbasis imajinasi dan bahasa
kiasan, seperti novel atau kumpulan cerpen, serta membandingkannya dengan buku
non-fiksi yang berbasis data, fakta, dan ilmu pengetahuan.
“Tujuan
utama materi ini adalah agar siswa tidak hanya sekadar membaca, tetapi mampu
memahami karakteristik teks. Mereka belajar kapan harus menggunakan nalar
logika untuk buku non-fiksi dan kapan menikmati kreativitas dalam buku fiksi,”
jelas guru Bahasa Indonesia di sela-sela kegiatan.
Untuk
memudahkan pemahaman, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil. Setiap
kelompok diberikan contoh buku untuk dianalisis, mulai dari bagian sampul,
daftar isi, hingga gaya bahasa yang digunakan. Antusiasme terlihat saat para
siswa berdiskusi menentukan apakah sebuah buku termasuk kategori fiksi atau
non-fiksi berdasarkan unsur-unsur pembentuknya. Metode pembelajaran yang
interaktif ini membuat suasana kelas menjadi sangat dinamis, dan siswa kelas
VII tampak aktif bertanya serta memberikan pendapat mengenai buku favorit
mereka masing-masing.
Kepala
MTs Muhammadiyah Curup menyambut baik materi pembelajaran ini. Menurut beliau,
pemahaman mengenai perbedaan teks sangat penting di era informasi saat ini agar
siswa tidak mudah terjebak dalam informasi yang tidak akurat.
“Kemampuan
membedakan fakta dan fiksi adalah fondasi dari literasi yang baik. Kami ingin
lulusan MTs Muhammadiyah Curup menjadi generasi yang gemar membaca dan cerdas
dalam memilah informasi,” ungkap beliau.
Meskipun
agenda madrasah cukup padat dengan berbagai aktivitas luar kelas, kegiatan
belajar mengajar di kelas VII tetap berjalan dengan tenang dan tertib.
Kebersihan kelas yang terjaga serta suasana madrasah yang sejuk turut mendukung
fokus para siswa dalam menyerap materi pelajaran yang diberikan. Melalui materi
ini, diharapkan minat baca siswa kelas VII semakin meningkat, baik untuk tujuan
hiburan melalui karya fiksi maupun untuk pengayaan wawasan melalui literatur
non-fiksi.
Hastag : #MTsmuhammadiyahcurup
From : MTs Muhammadiyah



