Lawan Bullying Sejak Dini, Mahasiswa PGMI IAIN Curup Sosialisasi Anti-Perundungan di MIS Muhammadiyah 14 Talang Ulu
Rejang Lebong (Humas) --- Kelompok
mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Institut
Agama Islam Negeri (IAIN) Curup menggelar aksi nyata dalam memerangi
perundungan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan melalui penelitian
sekaligus sosialisasi program anti-perundungan yang menyasar siswa-siswi di MIS
Muhammadiyah 14 Talang Ulu, Kabupaten Rejang Lebong (11/05). Kegiatan ini bukan
sekadar kunjungan biasa, melainkan implementasi langsung dari tugas perkuliahan
pada mata kuliah yang mereka ampu. Para mahasiswa berupaya menjembatani teori
yang didapat di bangku kuliah dengan realita sosial yang sering terjadi di
tingkat sekolah dasar. Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa PGMI memaparkan
materi mengenai bahaya bullying, baik secara fisik, verbal, maupun
siber. Dengan gaya penyampaian yang interaktif, para siswa diajak untuk
mengenali jenis-jenis perundungan dan dampak negatifnya bagi mental korban.
"Kami ingin menanamkan rasa empati sejak
dini. Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa tidak hanya paham apa itu
perundungan, tapi juga berani untuk melapor dan saling melindungi teman,"
ujar Kiki Lestari yang merupakan salah satu perwakilan mahasiswa pelaksana.
Selain memberikan edukasi, para mahasiswa juga
melakukan penelitian terkait iklim sosial di sekolah tersebut. Data yang
dikumpulkan melalui observasi dan wawancara ini nantinya akan disusun menjadi
laporan ilmiah sebagai syarat pemenuhan tugas mata kuliah. Hal ini diharapkan
dapat memberikan rekomendasi bagi pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan
belajar yang lebih aman dan nyaman.
Pihak MIS Muhammadiyah 14 Talang Ulu menyambut
baik inisiatif ini. Kepala madrasah dan jajaran guru merasa terbantu dengan
kehadiran mahasiswa yang membawa perspektif baru dalam menangani isu sensitif
seperti perundungan. Kris Ade Putra, S.Pd.I,Gr selaku kepala madrasah menilai
bahwa kolaborasi antara akademisi dan praktisi pendidikan di lapangan sangat
diperlukan untuk menjaga kesehatan mental siswa.
"Kami merasa sangat terbantu dengan
adanya sosialisasi ini. Terkadang anak-anak menganggap ejekan kecil itu biasa,
padahal itu termasuk perundungan verbal. Dengan penjelasan yang segar dari
kakak-kakak mahasiswa, siswa jadi lebih paham dan sadar akan dampak
perbuatannya," ujar Kepala Madrasah dalam sambutannya.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa PGMI
IAIN Curup ini membuktikan bahwa tugas perkuliahan tidak harus selalu bersifat
teoritis di dalam kelas, tetapi bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui sinergi antara penelitian dan sosialisasi, mahasiswa tidak hanya
belajar mengenai dinamika pendidikan di madrasah, tetapi juga berkontribusi
dalam memutus mata rantai perundungan sejak dini. Langkah ini diharapkan mampu
menciptakan lingkungan MIS Muhammadiyah 14 Talang Ulu yang lebih inklusif,
aman, dan ramah anak, serta mencetak calon pendidik yang peka terhadap isu sosial
di lingkungan sekolah.
Hastag : #literasi #humas #mismuhammadiyah14tulu #rejanglebong #kemenag #bullying
From : MIM 14 Talang Ulu

.jpg)

